Analisis Risiko Asupan Makronutrien Terhadap Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 7–12 Bulan Di Puskesmas Barabaraya Makassar
DOI:
https://doi.org/10.33096/6gwm1350Keywords:
Parenting patterns, Food intake, Growth disorders, Makassar, EpidemiologyAbstract
Weight gain is an important indicator of infant growth and health, influenced by adequate nutrition and parenting practices. This study aimed to analyze the risk factors for growth disorders among infants aged 7–12 months in the working area of Barabaraya Community Health Center. This analytical observational study used a case-control design. The sample consisted of 30 cases and 30 controls selected through purposive sampling with matching based on infant gender. Data were collected through interviews using questionnaires on maternal characteristics, breastfeeding patterns, parenting styles (PSDQ), and 1x24-hour food recall to assess dietary intake. The study was conducted from August to September 2023. The results showed that antenatal care (ANC) (OR=12.429; 95% CI=1.461–105.737), permissive parenting style (OR=1.313; 95% CI=0.472–3.653), protein intake (OR=1.306), and carbohydrate intake (OR=1.529; 95% CI=0.536–4.361) increased the risk of infant growth disorders, although the associations were not statistically significant. Meanwhile, parity (OR=0.868; 95% CI=0.306–2.461), democratic parenting style (OR=0.571; 95% CI=0.201–1.624), authoritarian parenting style (OR=0.550; 95% CI=0.157–1.931), breastfeeding patterns (OR=0.669; 95% CI=0.242–1.852), energy intake (OR=0.048; 95% CI=0.010–0.238), and fat intake (OR=0.400; 95% CI=0.118–1.360) acted as protective factors, although no significant relationships were found. This study concludes that ANC, permissive parenting style, and protein and carbohydrate intake are risk factors for infant growth disorders.
References
1. UNICEF. The State of World’s Children 2009. Vacuum. 2009. 168 p.
2. Latha S. Newborn Feeding Practices in India : A Review. Nursing (Lond). 2016;5(2277):3–6.
3. Ainun Nisa NH. Analisis Kandungan Lemak pada ASI Eksklusif dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Tubuh Bayi. J Kesehat Indones Indones J Heal [Internet]. 2022;XII(Nomor 2). Available from: https://stikeshb.ac.id/ojs/index.php/jurkessia/article/view/633/212
4. Izati IM, Mahmudiono T. Pola Konsumsi Makanan Sumber Yodium dan Goitrogenik dengan GAKY pada Anak Usia Sekolah di Ponorogo. Amerta Nutr. 2017;1(2):88.
5. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. Kementerian Kesehatan. Status Gizi SSGI 2022. 2022. 1–156 p.
6. Ramadhini N, Sulastri D, Irfandi D. Hubungan Antenatal Care terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 0-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Tahun 2019. J Ilmu Kesehat Indones. 2021;1(3):246–53.
7. Acharya D, Singh JK, Kadel R, Yoo SJ, Park JH, Lee K. Maternal factors and utilization of the antenatal care services during pregnancy associated with low birth weight in rural Nepal: Analyses of the antenatal care and birth weight records of the matri-suman trial. Int J Environ Res Public Health. 2018;15(11):1–14.
8. Hutasoit M, Utami KD, Afriyliani NF. Kunjungan Antenatal Care Berhubungan Dengan Kejadian Stunting. J Kesehat Samodra Ilmu. 2020;11(1):38–47.
9. Camelia V. Hubungan Antara Kualitas & Kuantitas Riwayat Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dengan Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. J Issues Midwifery. 2020;4(3):100–11.
10. Engdaw GT, Tesfaye AH, Feleke M, Negash A, Yeshiwas A, Addis W, et al. Effect of antenatal care on low birth weight: a systematic review and meta-analysis in Africa, 2022. Front Public Heal. 2023;11(June):1–10.
11. Sari NI, Harianis S. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita. Matern Neonatal Heal J. 2022;3(2):57–64.
12. Kementerian Kesehatan RI. Situasi Stunting di Indonesia : Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.; 2020.
13. Nasution D, Nurdiati DS, Huriyati E. Berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan. J Gizi Klin Indones. 2014;11(1):31.
14. Cakrawati, D. NM. Bahan Pangan Gizi dan Kesehatan. Bandung: Alfabeta; 2014.
15. Permadi AR, Arini SY. Faktor Risiko Stunting Pada Balita ( 0-5 Tahun ) Dengan Riwayat Bblr Di Desa Mayangrejo Kabupaten. J Kesehat Tambusai. 2023;4(September):3270–6.
16. Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. empat. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2008.
17. Nisa NS. Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas. Higeia J Public Heal Res Dev. 2020;2(2):224–59.
18. Putri RA, Ardian J, Isasih WD. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunted pada Anak Balita Relationship between Parenting Style and the Incidence of Stunted in Toddlers. 2023;04(22):52–8.
19. Andriani Merianna. WB. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group; 2012.
20. Nur Ulmy Mahmud, Ria Qadariah Arief, Karmila Sari, Suchi Avnalurini Shariff Y. Status Gizi Berdasarkan Pola Menyusui pada Bayi usia 7-12 Bulan Address : Phone : Wind Heal. 2022;5(4):780–91.
21. Apriasih H. Pengaruh Paritas Di Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Balita Dalam Pencegahan Stunting. Pros Semin Nas Kesehat “Peran Tenaga Kesehat Dalam Menurunkan Kejadian Stunting” Tahun 2020 [Internet]. 2020;2(Vol. 2 No. 01 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL KESEHATAN “PERAN TENAGA KESEHATAN DALAM MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING”):84–9. Available from: http://ejurnal.stikesrespati-tsm.ac.id/index.php/semnas/article/view/261
22. Sarman S, Darmin D. Hubungan ASI Eksklusif dan Paritas dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-12 Bulan di Kota Kotamobagu : Studi Retrospektif. Gema Wiralodra [Internet]. 2021;12(2):206–16. Available from: https://gemawiralodra.unwir.ac.id/index.php/gemawiralodra/article/view/186
23. Soleha M, Tri Zelharsandy V. Pengaruh Paritas Di Keluarga Terhadap Status Gizi Anak Balita : Literature Review. Lentera Perawat. 2023;4(1).
24. Rahayu S, Djuhaeni H, Nugraha GI, Mulyo GE. Hubungan pengetahuan, sikap, perilaku dan karakteristik ibu tentang ASI eksklusif terhadap status gizi bayi. AcTion Aceh Nutr J. 2019;4(1):28.
25. Sulistyoningsih H. The Relationship between Parity and Exclusive Breastfeeding with Stunting in Toddlers (Literature Review). Proc Natl Semin Heal “The Role Heal Work Reducing Stunting.” 2020;1–8.
26. Ayine P, Selvaraju V, Venkatapoorna CMK, Geetha T. Parental feeding practices in relation to maternal education and childhood obesity. Nutrients. 2020;12(4):1–11.
27. Inhulsen MBMR, Mérelle SYM, Renders CM. Parental feeding styles, young children’s fruit, vegetable, water and sugar-sweetened beverage consumption, and the moderating role of maternal education and ethnic background. Public Health Nutr. 2017;20(12):2124–33.
28. Ramadhani M, Novera Yenita R. Analisis Risiko Stunting Terhadap Pola Asuh Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Kabupaten Siak. Al-Tamimi Kesmas J Ilmu Kesehat Masy (Journal Public Heal Sci. 2022;11(1):36–44.
29. Sudarman S, Syamsul M, Gabut M. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pannambungan Kota Makassar. Al Gizzai Public Heal Nutr J. 2021;1(1):1–15.
30. Maulida. Hubungan Karakteristik Keluarga Dan Status Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Aman Kabupaten Aceh Timur Tahun 2021. Getsempena Heal Sci J | [Internet]. 2022;1(1):19–35. Available from: https://ejournal.bbg.ac.id/ghsj
31. Gunawan H, Pribadi RP, Rahmat R. Hubungan Pola Asuh Pemberian Makan Oleh Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun. J Keperawatan ’Aisyiyah. 2020;6(2):79–86.
32. Dhilon DA, Harahap DA. Gambaran Pola Asuh Pemberian Makan pada Balita di Desa Laboy Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Laboy Jaya. J Ners [Internet]. 2022;6(1):124–6. Available from: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners/article/view/4204
33. Eirene. Maradesa, Nova H. Kapantow MIP. Hubungan Antara Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Walantakan Kecamatan Langowan. Kesmas. 2015;4(2):9/9.
34. Roring DO, Momongan NR, Kapantow NH. Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Anak Balita Diwilayah Kerja Puskesmas Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso. Kesmas. 2019;7(5):9/9.
35. Ulfa Tanjung N, Nofianti Nazara E, Sumatera Utara N, Studi Kesehatan Masyarakat P, Kesehatan Masyarakat F, Kesehatan Sumatera Utara Abstrak I. Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi Dengan Malnutrisi Pada Balita di Puskesmas Lotu Macronutrients Intake and Infectious Disease Associated With Malnutrition in Toddler. J Ilm Kesehat Masy. 2023;15:2023.
36. Iseu Siti Aisyah, Andi Eka Yunianto. Hubungan Asupan Energi dan Asupan Protein Dengan Kejadian Stuntingpada Balita (24-59 Bulan) Di Kelurahan Karanganyar Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. J Kesehat komunitas Indones [Internet]. 2021;17(Stunting):240–6. Available from: https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jkki/article/view/3603
37. Fikawati S, Syafiq A, Ririyanti RK, Gemily SC. Energy and protein intakes are associated with stunting among preschool children in Central Jakarta, Indonesia: a case-control study. Malays J Nutr. 2021;27(1):81–91.
38. Thissen J, Beauloye V, Ketelslegers J U LE. IGF Nutrition in Health and Disease. 1 Nutrtion. M. Sue Houston, Jeffrey M.P.Holly ELF, editor. Humana Totowa, NJ; 2004. XXI, 359.
39. Briend A, Khara T, Dolan C. Wasting and stunting-similarities and differences: Policy and programmatic implications. Food Nutr Bull. 2015;36(1):S15–23.
40. Azmy U, Mundiastuti L. Konsumsi Zat Gizi pada Balita Stunting dan Non- Stunting di Kabupaten Bangkalan Nutrients Consumption of Stunted and Non-Stunted Children in Bangkalan. Amerta Nutr. 2018;292–8.
41. Ayuningtyas, Simbolon D, Rizal A. Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita. J Kesehat. 2018;9(3):445.
42. Elisanti AD, Jayanti RD, Amareta DI, Ardianto ET, Wikurendra EA. Macronutrient intake in stunted and non-stunted toddlers in Jember, Indonesia. J Public health Res. 2023;12(3).
43. Yuliantini E, Kamsiah K, Maigoda TC, Ahmad A. Asupan makanan dengan kejadian stunting pada keluarga nelayan di Kota Bengkulu. AcTion Aceh Nutr J. 2022;7(1):79.
44. Karlina, Hidayati L, Atmadja TFAG. Diversity Of Food Consumption and Nutritional Intake with The Event of Stunting in Toddlers Aged 24-59 Months. Nutr Sci J. 2023;2(1):51–72.
45. Hariyati N, Rohmawati N, Ningtyias FW. Hubungan Antara Riwayat Infeksi dan Tingkat Konsumsi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 25-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat Kabupaten Jember. Artik Ilm Has Penelit Mhs 2016. 2016;
46. Natara AI, Siswati T, Sitasari A. Asupan Zat Gizi Makro Dan Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Radamata. J Nutr Coll. 2023;12(3):192–7.
47. Tessema M, Gunaratna NS, Brouwer ID, Donato K, Cohen JL, McConnell M, et al. Associations among high-quality protein and energy intake, serum transthyretin, serum amino acids and linear growth of children in Ethiopia. Nutrients. 2018;10(11):1–17.
48. Hendraswari CA, Purnamaningrum YE, Maryani T, Widyastuti Y, Harith S. The determinants of stunting for children aged 24-59 months in Kulon Progo District 2019. Kesmas. 2021;16(2):71–7.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nur Ulmy Mahmud, Suchi Avnalurini Shariff

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

