Sosialisasi Dan Edukasi Terkait Jentik Nyamuk Di Dusun Parappunganta, Kabupaten Gowa
DOI:
https://doi.org/10.33096/wocd.vi.2576Keywords:
DBD, Aedes aegypti, jentik nyamuk, PSN, 3M Plus, abatisasi, edukasi masyarakat.Abstract
Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina, yang berkembang pesat di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada musim penghujan akibat banyaknya genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat seperti demam berdarah dan sindrom syok dengue, bahkan berisiko menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Upaya pengendalian dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif, termasuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus dan penggunaan abate (abatisasi) sebagai insektisida untuk membunuh jentik. Indeks entomologi seperti HI, CI, BI, dan ABJ digunakan untuk mengetahui kepadatan jentik di suatu wilayah. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan minimnya partisipasi aktif menjadi hambatan utama dalam pengendalian DBD. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sebagai agen perubahan, untuk menciptakan lingkungan bebas jentik dan menurunkan angka kasus DBD secara berkelanjutan, sejalan dengan target eliminasi kematian akibat dengue pada tahun 2030.
References
1. Togolobe DK, Lestari T, Amalia H, dll. Pemeriksaan Jentik Nyamuk dan Pembagian Bubuk Abate. Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama. 2022;2(1):1-7.
2. Jufri, Syam I, Hatta M, dll. Hubungan Indeks Entomologi dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Rappocini Kota Makassar. Jurnal Mitra Sehat. 2024;14(2):1–23.
3. Hayana H, Mauludi TI, Agustin NL, dll. Edukasi kesehatan: Pemberantasan Jentik Nyamuk 3M Plus kepada Masyarakat RW 02 Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;5(3):252–7.
4. Hijriah N, Rahman, Sulaeman U. Hubungan Perilaku 3M Plus IRT Dengan Keberadaan Jentik Aedes di Antang Perumnas Makassar. Jendela Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;1(5):599-608.
5. Widhiasthini NW, Subawa NS. Edukasi Masyarakat terhadap Penanggulangan Jentik Nyamuk di Lingkungan Desa Gunaksa, Kabupaten Klunkung. Jurnal Pengabdan Kepada Masyarakat. 2023;4(3):480–7.
6. Mulyani L, Setiyono A, Faturahman Y. Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah, Volume Kontainer dan Faktor Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Sp. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia. 2022;18(2):448-466.
7. Handayani MT, Raharjo M, Joko T. Pengaruh Indeks Entomologi dan Sebaran Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2023;22(1):46–54.
8. Ramadhani C, Rahman H, Sulaeman U, dll. Gambaran Penggunaan Air Bersih di Pengungsian Pasca Banjir Desa Radda Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Jendela Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;5(2):252–60.
9. Aris ARSA, Baharuddin A, Gafur A. Densitas dan Karakteristik Habitat Larva Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Makassar. Jendela Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2022;3(6):1121–32.
10. Ebnudesita FR, Sulistiawati, Prasetyo RH. Pengetahuan Abatisasi dengan Perilaku Penggunaan Abate. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat. 2021;5(1):72–83.
11. Tansil MG, Rampengan NH, Wilar R. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Anak. Jurnal Biomedis. 2021;13(28):90–9.
12. Hamonangan E, Prabowo K, Restiaty I. Hubungan Perilaku PSN Ibu Rumah Tangga dengan Tingkat Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di Rw 07 Kelurahan Cipete Utara , Kecamatan Kebayoran Baru , Jakarta Selatan Tahun 2024. Jurnal Multidisipliner Pusat Indonesia (MICJO). 2025;878-92.
13. Hayana H, Mauludi TI, Agustin NL. Edukasi kesehatan: Pemberantasan Jentik Nyamuk 3M Plus kepada Masyarakat RW 02 Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;5(3):252–7.
14. Yenni M dan Wuni C. Penyuluhan tentang Pemberantasan Jentik Nyamuk Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Rawasari. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu. 2019;1(1):7.
15. Sulistyawati S. Edukasi Peduli Keberadaan Jentik Nyamuk Sejak Dini di Pakuncen, Wirobrajan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa. 2024;2(5):1469-74.

