Pemberdayaan Potensi Tenaga Kesehatan Jejaring FK UMI dalam upaya Promosi Kesehatan dan Screening Stunting

Authors

  • Ida Royani Universitas Muslim Indonesia
  • Erlin Syahril Universitas Muslim Indonesia
  • Shofiyah Latief Universitas Muslim Indonesia
  • Ratih Natasha Universitas Muslim Indonesia
  • Nasrudin Andi Mappaware Universitas Muslim Indonesia
  • Utomo Andi Pangnguriseng Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/wocd.v1i2.1743

Keywords:

Tenaga Kesehatan, Alumni, Stunting, Screening

Abstract

Stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan fisik ditandai dengan adanya
penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi dengan
pengukuran didasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan
dibanding umur (TB/U) dengan z-score kurang dari -2SD. Data UNICEF tahun 2013 sekitar 1
dari 4 balita mengalami stunting. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, terdapat 37,2%
balita yang mengalami stunting dengan prevalensi peningkatan dibandingkan hasil Riskesdas
tahun 2010 yaitu sebesar 35,6%.
Target penelitian ini yaitu untuk menurunkan angka kejadian stunting melalui
pemberdayaan potensi tenaga kesehatan jejaring FK UMI dalam berbagai kapasitasnya sebagai
dosen, dan praktisi kesehatan (Dokter Spesialis, Dokter Umum, Dokter Internship Dan
Mahasiswa Program Profesi Dokter) dalam upaya promosi kesehatan dan screening stunting di
Kabupaten Luwu Bersama Pemerintah Kabupaten Luwu,, Stikes KJP dan IBI wilayah
Kabupaten Luwu.
Dalam pengabdian ini, sebanyak 74,2% tenaga kesehatan telah memahami, mengenal
dan mencegah stunting. Sebanyak 87,7% telah mengetahui fungsi tenaga medis dalam
melakukan sosialisasi terhadap pentingnya melakukan skrining dan 72,5% telah mengetahui
peran dalam mengontrol dan mengawal masyarakat melaksanakan pemeriksaan rutin.
Didatapatkan data pendukung baru mengenai status gizi pada Balita di Kabupaten Luwu,
Provinsi Sulawesi Selatan dapat dijadikan penelitian lebih lanjut dalam menurunkan angka
kejadian stunting.

References

(1) Ahmed, A. M., Goulet, O., Galan, P., & Hercberg, S. 2009. Risk Factor for Stunting Among

Under five in Libya. Public Health Nutrition, 12(8), 1141-1149.

(2) Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Laporan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013.

Jakarta: Balitbangkes.

(3) Henningham, H. B. & McGregor, S. G. 2009. Gizi dan Perkembangan Anak. In Gibney, M. J.

dkk (Eds.), Gizi kesehatan masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

(4) Ikeda, N., Yuki, I., & Shibuya, K. 2013. Determinants of Reduced Child Stunting in

Cambodia: Analysis of Pooled Data from Three Demographic and Health Surveys. Bulletin of

the World Health Organization, 91, 341-349. Doi http://dx.doi.org/10.2471/BLT.12.113381.

(5) UNICEF. 2013. Improving Child Nutrition, The Achievable Imperative for Global Progress.

New York: United Nations Children’s Fund.

(6) UNICEF. 2012. Ringkasan Kajian Gizi Oktober 2012. Jakarta: UNICEF Indonesia.

(7) WHO. 2014. WHA Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief. Geneva: WorldHealth Organization.

(8) WHO. 2010. Nutrition landscape information system (NLIS) country profile indicators:

Interpretation guide. Geneva: World Health Organization.

Published

2024-01-15

Issue

Section

Articles