Determinan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Pengelasan Di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar

Authors

  • Duwi Prasetyo Universitas Muslim Indonesia
  • Sartika Universitas Muslim Indonesia
  • Nurfardiansyah Bur Universitas Muslim Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33096/woph.v4i2.677

Keywords:

Musculoskeletal Disorders, Sikap kerja, Masa kerja, Beban Kerja

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan suatu kelainan pada jaringan tubuh seperti otot, tendon, ligamen, saraf, atau sendi tulang belakang. Gangguan tersebut dapat dirasakan di beberapa bagian tubuh, yaitu otot leher, bahu, lengan, tangan, punggung, pinggang, serta otot pada tubuh bagian bawah. Apabila tidak dilakukan tindakan maka akan menyebabkan cidera atau terjadi kelumpuhan dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (persero) Makassar tahun 2022. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Probability Sampling terhusus pada Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 48. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara umur dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja pengelasan dengan nilai p=0,000, ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders dengan nulai p=0,001, tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan musculoskeletal disorders nilai p=0,5, ada hubungan antara beban kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders nilai p=0,003, ada hubungan antara sikap kerja  dengan keluhan musculoskeletal disorders nilai p=0,04. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pada variabel umur, masa kerja, beban kerja dan aktivitas fisik terdapat hubungan yang signifikan terhadap keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja pengelasan sedangkan variabel aktivitas fisik tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan keluhan musculoskeletal disorders pada pekerja pengelasan. Disarankan kepada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi kasus musculoskeletal disorders.

References

Adriansyah M. Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Penenun Lipa’sa’be Mandar Di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Skripsi Progr Srudi S1 Kesehat Masyarakat/K3 Fak Kedokt dan ilmu Kesehat Masy UINAM. 2018;

Tawaka, Bakri SH, Sudiajeng L. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. UNIBA Press. 2004;

Sari EN, Handayani L, Saufi A. Hubungan Antara Umur dan Masa Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders ( MSDs ) pada Pekerja Laundry. J Kedokt dan Kesehat. 2017;13(9):183–94.

Evadarianto N, Dwiyanti E. Postur Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Manual Handlingbagian Rolling Mill. Indones J Occup Saf Heal. 2017;6(1):97.

Devi T, Purba I, Lestari M. Faktor Risiko Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Aktivitas Pengangkutan Beras Di PT Buyung Poetra Pangan Pegayut Ogan Ilir. J Ilmu Kesehat Masy. 2017;8(2):125–34.

Sihotang A, Sariah. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Gangguan Otot Rangka Pada Pekerja Pengelasan PT Buana Megah Teknik 2020. 2021;8(29):1–6.

Laksana AJ, Srisantyorini T. Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Operator Pengelasan (Welding) Bagian Manufakturing di PT X Tahun 2019. J Kaji dan Pengemb Kesehat Masy [Internet]. 2020;1(1):64–73. Tersedia pada: https://jurnal.umj.ac.id/index.php/AN-NUR/article/view/7134/4416

Rais. Hubungan Posisi Kerja Janggal Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Perakit Besi Borepile Proyek Tol Serpong – Cinere PT.Waskita Karya Tahun 2018. Vol. 3, Biomass Chem Eng. 2018.

Oley Ria Avilia, Lery F. Suoth AA. Hubungan Antara Sikap Kerja Dan Masa Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Pada Nelayan Di Kelurahan Batukota Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Tahun 2018. J KESMAS. 2018;7(5).

Jusman N. Faktor Faktor Risiko Ergonomi Dengan Keluhan Subjektif Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Operator Cutting Bar Di Unit Produksi PT Iron Wire Works Indonesia Tahun 2018. Adv Opt Mater. 2018;10(1):1–9.

Pratiwi R. Hubungan Postur Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pembuat Pintu di Jl. Pahlawan Kota Medan Tahun 2020. 2020;1:105–12.

Setyowati, Widjasena B, Jayanti S. Hubungan Beban Kerja, Postur Dan Durasi Jam Kerja Dengan Keluhan Nyeri Leher Pada Porter Di Pelabuhan Penyeberangan Ferry Merak-Banten. J Kesehat Masy [Internet]. 2017;5(2). Tersedia pada: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm

Jalajuwita RN, Paskarini I. Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Unit Pengelasan PT. X Bekasi. Indones J Occup Saf Heal. 2015;4(1):33–42.

Suryanto D, Ginanjar R, Fathimah A. Hubungan Risiko Ergonomi Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders (Msds) Pada Pekerja Informal Bengkel Las Di Kelurahan Sawangan Baru Dan Kelurahan Pasir Putih Kota Depok Tahun 2019. Promotor. 2020;3(2):196.

Fahmiawati N, Fatimah A, Listyandini R. Faktor - Faktor yang Berhubungan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Disorder (MSDs) Pada Petani Padi Desa Neglasari Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi Tahun 2019. Promot J Mhs Kesehat Masy [Internet]. 2021;4(2):412–22. Tersedia pada: http://ejournal.uika-bogor.ac.id/index.php/PROMOTOR

Published

2023-04-30

How to Cite

Prasetyo, D., Sartika, & Nurfardiansyah Bur. (2023). Determinan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Pekerja Pengelasan Di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Window of Public Health Journal, 4(2), 324–332. https://doi.org/10.33096/woph.v4i2.677

Issue

Section

Articles