Karakteristik Kejadian Stunting di Wilayah Kecamatan Mariso

  • Husnul Khatimah Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Hasriwiani Habo Abbas Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Nur Ulmy Mahmud Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Mansur Sididi Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Wilayah, Umur, Riwayat Menyusui, Usia Penyapihan

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis . Kejadian tersebut terjadi secara berulang ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan dibanding usia (TB/U) kurang dari standar yang telah ditentukan World Health Organization (WHO) Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) Sulawesi Selatan tahun 2015 yang dilakukan di 24 kabupaten/kota menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada tahun 2014 sebesar 34,5%. Mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 34,1%. Kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2017 mencapai 34,8%.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara spasial faktor determinan kejadian stunting pada balita di Kawasan Kumuh Kecamatan Mariso Kota Makassar Tahun 2020. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan Cross-sectional, dengan jumlah responden sebanyak 92 balita. Hasil penelitian diperoleh bahwa wilayah yang tertinggi stunting di kecamatan Mariso berada di Kelurahan Mariso, sedangkan umur yang paling banyak stunting di usia 12-36 bulan. Riwayat menyusui kategori kurang lebih banyak yang mengalami stunting di bandingkan dengan yang normal, sedangkan pada usia penyapihannya kategori kurang lebih banyak yang mengalami stunting di bandingkan dengan balita normal.

Published
2020-08-31
How to Cite
Husnul Khatimah, Abbas, H. H., Mahmud, N. U., & Sididi, M. (2020). Karakteristik Kejadian Stunting di Wilayah Kecamatan Mariso. Window of Public Health Journal, 1(2), 141-147. https://doi.org/10.33096/woph.v1i2.66
Section
Articles