Kajian Keamanan Pangan: Analisis Methanyl Yellow Dan Formalin Pada Makanan Jajanan Di SDN Rappokalling
DOI:
https://doi.org/10.33096/58m7g431Keywords:
food safety, school snacks, Methanyl Yellow, formaldehyde, health riskAbstract
Food safety of school snacks is an important issue because elementary school children are considered a vulnerable group to exposure to hazardous chemical substances. Emphasizing this can help school administrators, health officials, and policymakers feel a shared responsibility to protect students' health and motivate action. The results showed that 30% of dry snacks tested positive for Methanyl Yellow, while 30% of wet snacks tested positive for formaldehyde. Overall, 60% of the snacks contained at least one hazardous substance and were categorized as unsafe, whereas only 40% were classified as safe. This highlights the need for combined efforts from all stakeholders to reduce health risks and improve snack safety. In conclusion, most school snacks at SDN Rappokalling did not meet food safety standards and may pose health risks to students. Recognizing this, school administrators, food vendors, and policymakers can feel empowered to implement effective supervision, education, and policy measures to improve safety.
References
1. Indah W, Aurora D, Darmawan A, Kusdiyah E, Suzan R, Syauqy A. Jurnal Gizi Indonesia The impact of nutritional status and dietary intake on children ’ s exposure to hazardous substances in food. 2025;13(2):124–31.
2. BPOM RI. Laporan Tahunan 2021 Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Lap Tah BPOM TA 2021 [Internet]. 2021;1–179. Available from: https://www.pom.go.id/new/files/2022/LAPORAN TAHUNAN 2021/0. BPOM/LAPTAH BPOM 2021.pdf
3. Kepmenkes.Nomor 1098/Menkes/SK/VII/2003. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098/Menkes/Sk/Vii/2003 Tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran. Vol. 49, Demographic Research. 2003. p. 1-33 : 29 pag texts + end notes, appendix, referen.
4. Galuh Rizka Amalia , Milliyantri Elvandari EA. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pedagang Jajanan Dengan Perilaku Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Di Sekitar Unsika 1✉. 2024;4:9374–81.
5. Rosa T, Rahmi SL. Analisis Kandugan Formalin Dan Boraks DalamTahu Putih Yang Di Jual Di Pasar Tradisonal Kota Jambi. 2025;1–6.
6. Akbar Assagaf. Analisis Kandugan Zat Pewarna Berbahaya Rhodamine Zat Pewarna Berbahaya Rhodamin B dan Metanil Yello Pada Makanan Yang Beredar Di asar Tradisional Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Αγαη. 2024;15(1):37–48.
7. Sari AN, Rizkina AW, Syah FA, Sabilla F. Identifikasi methanyl yellow pada jajanan yang beredar di Kota Banda Aceh 11 Sari. Amina. 2023;5(1):11–5.
8. Nurdin N, Utomo B. Tinjauan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pada Makanan Jajanan Anak Sekolah. J Ris Kesehat. 2018;7(2):85.
9. AD SM, Baharuddin A, Amelia R. Penilaian zat pewarna sintetis, pemanis, dan pengawet serta perilaku siswa terhadap pada jajanan di sekolah dasar kota Makassar. Higiene. 2019;5(3):177– 85.
10. Sari TN, Putri SA, Sulfakar S, Sebba AK. Analisis Pengetahun tentang Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah ( PJAS ) terhadap Sikap Jajan pada Peserta Didik SDN 007 Lantora Kabupaten Polewali Mandar. 2025;8(1):140–53.
11. Faradila Rahmadani Asdar A, Sulaeman U, Farihah Muhsanah. Analisis Methanyl Yellow Dan Formalin Pada Jajanan Di SD Rappokalling Kota Makassar. Wind Public Heal J. 2024;5(2):223– 32.
12. Sahani W, Juliani Y. Kandungan Zat Pewarna Metanil Yellow Pada Tepung Panir Yang Dijual Di Pasar Tradisional Kota Makassar. Sulolipu Media Komun Sivitas Akad dan Masy. 2019;17(1):56.
13. Habo Abbas H, Nurlinda A, Kesehatan MAsyarakat Universitas Muslim Indonesia F. Analisis Kandungan Zat Pewarna Rhodamine B Dan Zat Pemanis (Sakarin) Pada Jajanan Anak Dan Dampak Terhadap Status Gizi Pada Anak Sekolah Sd Inpres Batua 1 Kota Makassar. Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetah dan Teknol. 2019;2:26–7.
14. Samlee Plianbangchang, World Health Organization. Regional Office for South-East Asia. Working towards better health in South-East Asia. 2008;II(March 2006).
15. Antasionasti I, Abdullah SS, Lestari US, Jayanto I, Hariyanto YA, Kedokteran SI, et al. Penyuluhan Keamanan Jajanan Sehat pada Anak Usia Sekolah. 5(2):38–45
16. Wa Ode Suriani. Identifikasi Senyawa Formalin Pada Mie Basah Yang beredar Di wilayah Kabupaten Sorong. SKRIPSI. 2024;15(1):37–48.
17. Suciana, Fifi Nirmala LOAS. Uji Kandungan Formalin dan Gambaran Hygiene Sanitasi Pedagang Tahu Putih Di Pasar Korem Kecamatan Mandonga Kota Kendari. 2024;5(2):19–24.
18. La Supu1*, Endang Jayanti Rumayomi2 RAF. Edukasi dan Test Formalin, Zat Warna, dan Boraks (NatriumTetraborat) Pada Makanan Jajanan Sekolah Negeri 36 Perumnas Dan Sekolah Dasar Moria Kota Sorong. Αγαη. 2024;15(1):37–48.
19. Rosanty A, Darmayani S, Hasan FE, Yunus R, Kendari PK. Edukasi Dan Deteksi Kandungan Formalin , Boraks , Dan Pewarna Kimia Pada Produk Olahan Laut : Upaya Pencegahan Toksisitas Di Masyarakat Pesisir Taipa. 2025;4(1):27–32.
20. Wahyuningsih S, Nurhidayah N. Analisis Kandungan Zat Pengawet Natrium Benzoat Pada Sambal Tradisional Khas Bima “Mbohi Dungga” Sambal Jeruk Yang Difermentasi. Sebatik. 2021;25(2):311–7.
21. Akbar M, Hidayati L, Alfian M. Analisis Kandungan Boraks Pada Makanan Cilok Menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis Sebagai Verifikasi Produk Halal Di Daerah Istimewa Yogyakarta. J Penelit dan Pengabdi Kpd Masy UNSIQ. 2024;11(01):25–31.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farihah Muhsanah, Hasriwiani Habo Abbas, Ulfa Sulaeman, Dwi Adelia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

