Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Remaja Putri Di SMAN 6 Bone
Keywords:
Premenstrual Syndrome , Vitamin D intake, Physical Activity, Sleep quality, Family historyAbstract
Premenstrual syndrome is a collection of physical and psychological symptoms and behavioral changes that occur before or during menstruation. The prevalence of premenstrual syndrome in Indonesia is increasing, and around 80% of adolescent women experience premenstrual syndrome symptoms that can interfere with daily life. PMS symptoms can cause absenteeism, decreased academic achievement, and non-participation in physical activities, as well as causing significant social stress among female students. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study were female adolescents at SMAN 6 Bone. The sampling technique used the stratified random sampling method with a sample size of 196 female students. The data analysis method used univariate, bivariate, and multivariate analysis. From the results of the study, it was found that there was a relationship between vitamin D intake and the incidence of premenstrual syndrome, namely p value = 0.013, there was a relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome, namely p value = 0.000, there was a relationship between sleep quality and the incidence of premenstrual syndrome, namely p value = 0.003. At the same time, family history had no relationship with the incidence of premenstrual syndrome, namely p value = 0.240. The variable with the greatest or dominant relationship with the incidence of premenstrual syndrome was physical activity, with a standardized coefficient Beta result of 0.267, which was more significant than other variables.
References
Wulandari, H. F., & Jubaedah, E. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premenstrual Syndrome (Pms). Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist), 17(3), 394–400. https://doi.org/10.36911/pannmed.v17i3.1400.
Hayati, N., Maimunah, S., & Yulivantina, E. V. (2022). Penyuluhan kesehatan deteksi dini kanker payudara sebagai upaya promosi kesehatan wanita usia subur di lingkungan V kelurahan tanah merah kecamatan binjai selatan kota binjai prov . sumatera utara. Journal Homepage, 5(1), 295–303.
Handayani, D. S. (2023). Pemberdayaan peer edukator dalam edukasi manajemen self-care pada mahasiswa keperawatan penderita premenstrual syndrome. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(1), 92–101. https://doi.org/10.37373/bemas.v4i1.592
Astikasari, N. D., & Kofi, J. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perilaku menghadapi Premenstruasi Sindrom pada Remaja. Journal for Quality in Women’s Health, 5(1), 8–16. https://doi.org/10.30994/jqwh.v5i1.127
Rofiqoh, N. S., Daris, H., & Pratowo, E. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Denganpremenstruasi Syndrome (Pms) pada Remaja di Desa Ngrancang Kabupaten Bojonegoro. Media Publikasi Penelitian, 9(2), 1–7.
Fibrianti, Yanti, E. M., & Dewi, R. (2023). Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Menghadapi PMS (Premenstrual Syndrome) Di SLTP 03 Bayan. 4(6), 267–275.
Husna, A., Rahmi, N., Safitri, F., & Andika, F. (2022). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri di Gampong Kampong Pukat Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 8(1), 35–47.
Rizky Pratiwi & Hermayani Sjattar. (2021). Hubungan Stres dan Aktivitas Fisik dengan Derajat Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri Di Kelurahan Mangasa Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah. 10(2), 206-214.
Almujahidiani, T., & Mayasari, R. (2023). Faktor – Faktor Yang berhubungan dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) pada Mahasiswi. Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia, 13(1), 71–78. https://doi.org/10.35325/kebidanan.v13i1.343
Suardi, D. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Dan Stress Dengan Kejadian Tipe Premenstrual Syndrome (PMS) Pada Remaja Putri Di Smp Tonjong Tahun 2021. Jurnal Kebidanan, 11(2), 145–154. https://doi.org/10.35890/jkdh.v11i2.201
Kweri, K., Rachmiyani, I., Kweri, K., Rachmiyani, I., & Vitamin, D. (2023). Relationship between Drug Vitamin D Intake and Premenstrual Syndrome among Women of Reproductive Age. Journal of Drug and Alcohol Research, 12(1), 0–5. https://doi.org/10.4303/JDAR/236221
Jelmila, S. N., Hasni, D., & Liana, N. (2023). Asupan Magnesium, Kalsium dan Vitamin D dengan Premenstrual Syndrome. Jurnal Kesehatan Perintis, 10(2), 138–144.
Arab, A., Golpour-hamedani, S., & Rafie, N. (2019). The Association Between Vitamin D and Premenstrual Syndrome : A Systematic Review and Meta-Analysis of Current Literature. Journal of the American College of Nutrition, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.1080/07315724.2019.1566036
Ilmi, A. F., & Utari, D. M. (2018). Faktor Dominan Premenstrual Syndrome Pada Mahasiswi (Studi Mahasiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat Dan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik , Universitas Indonesia). Jurnal Kesehatan Gizi, 10(1), 39–50.
Daiyah, I., Rizani, A., & Adella, E. R. (2021). Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dan Indek Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Pre-Menstrual Syndrome Pada Remaja Putri. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(7), 118– 119 119.
https://www.jfa.maff.go.jp/j/kikaku/wpaper/r03_h/trend/1/t1_1_2.html
Editor, C., Board, E., Editors, M., & Assistant, A. (2017). Aktivitas Fisik Dan Konsumsi Kedelai Pada Remaja Putri Yang Mengalami Premenstrual Syndrome Di SMKN 10 Surabaya. Jurnal Media Gizi Indonesia, 12(1), 54–63.
Anggraeni, N., Pangestuti, D. R., & Aruben, R. (2018). Hubungan Pengetahuan Gizi, Status Gizi, Asupan Kalsium, Magnesium, Vitamin B6 dan Aktivitas Fisik dengan Sindrom Pramenstruasi (Studi Pada Mahasiswa Peminatan Gizi Kesmas FKM Undip Tahun 2017). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 526–536.
Faiqah, S., & Sopiatun, R. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pre Menstrual Syndrome Pada Mahasiswa Tk Ii Semester Iii Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram. Jurnal Kesehatan Prima, 9(2), 1486–1494.
Lisnawati, L. (2017). Olah Raga Dan Pola Tidur Berhubungan Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome (Pms). Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(2), 246. https://doi.org/10.33366/cr.v5i2.568
Lutfiyatii, A., Kesehatan, J., & Medika, M. (2021). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome ( PMS ) Di SMAN 1 Godean. Jurnal Kesehatan Madani Medika, 12(1), 8–13.
Reeder, Martin, Koniak. (2011). Keperawatan Komunitas Kesehatan Wanita, Bayi, & Keluarga (18th ed.). Vol 1. Jakarta: EGC. Hal 268.
Kusumaningsih, T. P., Wulandari, F. C., & Nugraheni, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Siswi Kelas Ix Smpn 13 Purworejo Di Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 14(2), 40–47.
Setiawan, C. N., Bhima, S. K. L., & Dhanardhono, T. (2018). Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Sindrom Pramenstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Uviversitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(1), 127–139.
Afrilia, E. M., & Musa, S. M. (2021). Analisis Pramenstruasi Sindrom Pada Siswi Sman 3 Kota Tangerang Tahun 2019. Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin, 2(1), 262–269. https://doi.org/10.31000/sinamu.v2i0.3511
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jumriani Arianti, Muhammad Ikhtiar, Masriadi, Muhammad Khidri Alwi , Nurul Ulfah Mutthalib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.