Karakteristik Determinan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan di Kawasan Kumuh Kecamatan Bontoala Kota Makassar

  • Sitti Hutami Megantari Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Hasriwiani Habo Abbas Peminatan Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Muhammad Ikhtiar Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Stunting, Pola pengasuhan, Pola asuh makan, Riwayat menyusui, Usia penyapihan

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis. Kejadian tersebut terjadi secara berulang ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan dibanding usia (TB/U) kurang dari standar yang telah ditentukan World Health Organization (WHO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik determinan kejadian stunting pada anak balita usia 24-59 bulan di kawasan kumuh Kecamatan Bontoala Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian ini  adalah observasional analitik dngan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini semua balita yang berada di Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Teknik pengambilan sampel yaitu non random sampling :purposive sampling. jumlah sampel sebanyak 112 balita . Metode analisis data menggunakan uji bivariate dengan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola pengasuhan sebagai  kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.002 < 0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. hubungan pola asuh makan dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.008 < 0.05 berarti ada hubungan. hubungan pola riwayat menyusui dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.000 < 0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. hubungan usia penyapihan dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.000<0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. dan hubungan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.005< 0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. hubungan riwayat imunisasi dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.000 < 0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. hubungan emotional bonding dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.001<0.05 berarti ada hubungan yang signifikan. dan hubungan pengetahuan ibu  dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai x2 = 0.000< 0.05 berarti ada hubungan yang signifikan.

Published
2020-11-02
How to Cite
Megantari, S. H., Abbas, H. H., & Ikhtiar, M. (2020). Karakteristik Determinan Kejadian Stunting pada Anak Balita Usia 24-59 Bulan di Kawasan Kumuh Kecamatan Bontoala Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 1(3), 207-219. https://doi.org/10.33096/woph.v1i3.127
Section
Articles