Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Katidakadekuatan Kontraksi pada Ibu Inpartu

Authors

  • Erlin Evo Mualia Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Yusrah Taqiyah Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Sunarti Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia

Keywords:

ketidakadekuatan, kontraksi, inpartu

Abstract

Kontraksi uterus merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam proses persalinan. Kontraksi sangat penting perannya dalam proses persalinan, maka dari itu sangat bahaya jika ibu menjelang persalinan namun mengalami permasalahan kontraksi seperti kontraksi yang tidakadekuat karena dapat beresiko menyebabkan komplikasi dalam persalinan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan ketidakadekuatan kontraksi pada ibu inpartu di ruang bersalin RSUD Batara Siang Kab. Pangkep Tahun 2020. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Teknik penentuan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan besar sampel sebanyak 26 ibu. Uji pengaruh dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kemaknaan α<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan usia (ρ=0,218), paritas (ρ=0,000), jarak kelahiran (ρ=0,001), status gizi (ρ=0,054), stres (ρ=0,105), aktivitas fisik (ρ=0,209) dengan ketidakadekuatan kontraksi pada ibu inpartu di ruang bersalin RSUD Batara Siang Kab. Pangkep. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan paritas dan jarak kelahiran ibu dengan ketidakadekuatan kontraksi pada ibu inpartu di ruang bersalin RSUD Batara Siang Kab. Pangkep dan tidak ada hubungan usia, status gizi, tingkat stres dan aktivitas fisik ibu dengan ketidakadekuatan kontraksi pada ibu inpartu di ruang bersalin RSUD Batara Siang Kab. Pangkep. Untuk itu, maka diharapkan ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan khususnya ketidakadekuatan kontraksi pada ibu inpartu dengan berkonsultasi dengan petugas kesehatan demi mengurangi potensi komplikasi selama persalinan.

Published

2022-07-03

Issue

Section

Articles