Hubungan Perilaku 3M Plus Ibu Rumah Tangga dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar

  • Nurlailah Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Rahman Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
  • Ulfa Sulaeman Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: 3M plus, perilaku, keberadaan jentik

Abstract

Upaya yang paling efektif untuk pemberantasan jentik adalah melakukan pemutusan mata rantai penularan yaitu (PSN) dengan kegiatan yang sering disebut 3M plus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perilaku 3M plus ibu rumah tangga dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Antang Perumnas. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Jumlah populasi 32, Teknik pengambilan sampel yaitu (total sampling) rumah penderita dan tetangga (kanan dan kiri), jumlah sampel sebanyak 96. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik hubungan pengetahuan dengan keberadaan jentik dari hasil uji chi-square yaitu ρ=0.103 karena 0.103>0.05 tidak ada hubungan, hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik diperoleh hasil uji chi-square yaitu ρ=0.549 karena 0.549>0.05 sehingga tidak ada hubungan, hubungan antara tindakan dengan keberadaan jentik yaitu ρ=0,173 karena 0,173>0,05 tidak ada hubungan. tidak ada hubungan perilaku ibu rumah tangga dengan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan keberadaan jentik. Perlunya informasi tambahan untuk tetap mempertahankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu rumah tangga tentang 3M Plus untuk mencegah berkembang biaknya jentik.        

Published
2021-02-28
How to Cite
Nurlailah, Rahman, & Sulaeman, U. (2021). Hubungan Perilaku 3M Plus Ibu Rumah Tangga dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 1(5), 599-608. https://doi.org/10.33096/woph.v1i5.192