Window of Midwifery Journal https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom <p><strong>Window of Midwifery Journal </strong>is a publication of scientific work in the field of midwifery in a broad sense such as child and maternal health, reproduction health, biomedical midwifery, etc. In addition, the Journal was first established since 2020 by the Institute of Study and Management Center Journal of the Faculty of Public Health University Muslim Indonesia located in Makassar, South Sulawesi. Window of Midwifery Journal published on June and December<strong>.</strong></p> en-US <p>All articles published Open Access are free for everyone to read and download. Under the CC-BY-SA license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in WoMJ in whole or in part provided that the original work is properly cited.</p> <p>Users (redistributors) of Window of Midwifery Journal (WoMJ) are required to cite the original source, including the author's names, WoMJ as the initial source of publication, year of publication, and volume number</p> halida.thamrin@umi.ac.id (Halida Thamrin) nurhayati.nurhayati@umi.ac.id (Nurhayati) Sat, 31 Jul 2021 15:50:08 +0000 OJS 3.1.2.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Manajemen Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea Hari Kedua pada Ny. M dengan Nyeri Luka Operasi https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/245 <p>Pada tahun 1985 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan: "Tidak ada data pasti untuk wilayah yang memiliki tingkat operasi sesar yang lebih tinggi dari 10-15%", melakukan penelitian pembaruan data, untuk perkiraan yang telah diterbitkan WHO sebelumnya tentang angka operasi sesar di seluruh dunia dan menghitung jumlah tambahan operasi sesar yang akan diperlukan di negara-negara dengan jumlah operasi sesar yang rendah serta jumlah operasi sesar yang berlebihanOperasi sesar juga berkontribusi terhadap angka kematian sekitar 5,8&nbsp; per 100.000 persalinan juga angka kesakitan operasi sesar lebih tinggi, yakni sekitar 27,3 per 1.000 persalinan, dibandingkan persalinan normal yang hanya 9 per 1.000 persalinan. angka kematian ibu pada operasi sesar adalah 40-80/100.000, lebih besar 25 kali dari persalinan normal. Kesakitan post operasi sesar kira-kira sebesar 15% dan sekitar 90% disebabkan oleh infeksi (endometritis, infeksi saluran kemih dan sepsis karena luka). Komplikasi lebih banyak terjadi setelah bedah sesar darurat (kira-kira 25%) dibanding operasi sesar elektif kira-kira 5%. Angka kesakitan post Sectio Caesarea kira-kira sebesar 15% dan sekitar 90% disebabkan oleh infeksi, maka perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas yaitu nyeri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat nyeri luka Operasi Sectio Caesarea yang dirasakan Ny”M” di RS Bhayangkara Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual,&nbsp; diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya.Dari kasus Ny”M” yaitu nyeri luka sectio caesarea nyeri belum berkurang namun ibu dapat beradaptasi dengan nyeri(nyeri tingkat 6), tidak terdapat tanda-tanda infeksi.Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : operasi sesar;nyeri luka;masa&nbsp; nifas</p> Muliyanti Muliyanti, Linda Hardianti Saputri, Nurlina Akbar Copyright (c) 2021 Muliyanti Muliyanti, Linda Hardianti Saputri, Nurlina Akbar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/245 Sat, 31 Jul 2021 03:05:42 +0000 Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. N dengan Lilitan Tali Pusat https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/259 <p>Menurut laporan <em>World Health Organization</em> (WHO) tahun 2015 Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289 per 100.000 persalinan, Upaya dalam menurunkan angka kematian bayi dan mengurangi resiko terjadinya lilitan tali pusat pada bayi, perlu dilakukan upaya pendalaman materi tentang penanganan di masa yang akan tanda, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan pengawasan ketat dan membutuhkan program yang terarah dalam memberikan edukasi dan penanganan tand yang tepat terhadap tanda– tanda resiko yang memicu terjadinya proses persalinan dengan lilitan tali pusat, agar mendapat asuhan persalinan yang aman dan memuaskan. Sehingga perlu dilakukan asuhan pada ibu hamil untuk mendeteksi dini terjadinya persalinan dengan lilitan tali pusat, karena diagnosis yang cepat dan penanganan yang akurat dapat menyelamatkan janin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk dilaksanakannya asuhan kebidanan pada kasus persalinan Lilitan Tali Pusat dengan manajemen asuhan kebidanan sesuai tandard an wewenang bidan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa aktual, diagnosa potensial, tindakan Segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus Ny”N” yaitu lilitan tali pusat dengan 2 kali lilitan ditandai dengan denyut jantung janin dibawah normal, dan tidak terjadi asfiksia pada bayi. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> Mufidah Novianti Laiya, Een Kurnaesih, Azrida M Copyright (c) 2021 Mufidah Novianti Laiya, Een Kurnaesih, Azrida M https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/259 Sat, 31 Jul 2021 12:30:45 +0000 Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. E dengan Preekalmpsia Berat https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/260 <p>Data yang di dapatkan menurut sebuah studi <em>World Health Organization (WHO) </em>bahwa sekitar 810 wanita meninggal karena sebab yang dapat dicegah terkait dengan persalinan dan kehamilan. Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan (Preeklampsia dan eklampsia, hipertensi gestasional) sekitar 14% yang menduduki posisi kedua setelah perdarahan dan disusul oleh komplikasi dari persalinan aborsi yang tidak aman.Di Indonesia preeklampsia berat dan eklampsia merupakan penyebab kematian ibu berkisar 1,5% sampai 25 %, preeklampsia yang termasuk dalam hipertensi dalam kehamilan menempati posisi kedua terbanyak setelah perdarahan yang menyebabkan kematian ibu. Tujuan disusunnya Laporan Tugas Akhir (LTA) ini adalah agar dapat melaksanakan Asuhan Kebidanan Intranatal Pada Ny”E” Dengan Preeklampsia Berat di RSUD Labuang Baji makassar dengan penerapan manajemen asuhan kebidanan sesuai wewenang bidan.</p> <p>Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan dan persalinan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan atau di sertai oedema pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Gejala dari preeklampsia seperti hipertensi, oedema dan proteinuria sering tidak diperhatikan, sehingga tanpa disadari dalam waktu singkat dapat timbul menjadi preeklampsi berat, bahkan eklampsia.</p> <p>Hasil Tinjauan kasus dengan tinjauan teori telah diuraikan dan &nbsp;ditemukan adanya kesenjangan antara tinjauan kasus dengan tinjauan teori serta upaya yang dilakukan berdasarkan lingkup tugas, wewenang, dan tanggung jawab bidan.</p> <p>Setelah mengevaluasi hasil yang telah dilakukan pada Ny”E” dapat disimpulkan bahwa ibu preeklampsia berat.</p> Alviana Alviana, Nurhayati Nurhayati, Rahmawati Rahmawati Copyright (c) 2021 Alviana Alviana, Nurhayati Nurhayati, Rahmawati Rahmawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/260 Sat, 31 Jul 2021 13:31:39 +0000 Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. I dengan Bayi Berat Lahir Rendah https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/326 <p>Bayi &nbsp;Berat Lahir Rendah adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari&nbsp; 2.500&nbsp; gram&nbsp; tanpa&nbsp; memandang&nbsp; masa kehamilan. Bayi&nbsp; yang berada&nbsp; di&nbsp; bawah<sup>&nbsp; </sup>persentil&nbsp; 10&nbsp; dinamakan&nbsp; ringan<sup>&nbsp; </sup>untuk&nbsp; umur kehamilan. Bahaya BBLR meliputi: Asfiksa, Hipotermi, Ikterus/Hiperbilirubin, Hipoglikemia Berat, Sindrom Aspirasi Mekonium, Infeksi Dugaan sepsis, masalah pemberian minum. Secara statistik menunjukkan 60-80% kejadian BBLR didapatkan di Negara berkembang&nbsp; dan&nbsp; angka&nbsp; kematiannya&nbsp; 20&nbsp; kali&nbsp; lebih&nbsp; tinggi&nbsp; dibanding pada bayi dengan berat badan lahir lebih dari 2500 gram. Hal ini dapat terjadi dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ibu mempunyai penyakit yang langsung berhubungan dengan kehamilan, dan usia ibu. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Bayi Ny ‘’I’’ dengan BBLR di RSKDIA Siti Fatimah Makassar Tahun 2020. Jenis penilitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi kasus manajemen kebidanan yang terdiri dari 7 langkah varney yaitu : pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnose actual, diagnose potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus bayi Ny ‘’I’’ yaitu BBLR dan tidak terdapat tanda-tanda pemenuhan nutrisi. Penilitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : BBLR, Pemenuhan Nutrisi</p> Nasmin Kaliky, Andi Tenri Abeng Copyright (c) 2021 Nasmin Kaliky, Andi Tenri Abeng https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/326 Manajemen Asuhan Kebidanan Ny. N dengan Akseptor Tubektomi https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/285 <p>Penggunaan kontrasepsi di dunia menurut WHO lebih dari 100 juta wanita menggunakan kontrasepsi yang memiliki efektifitas, dengan penggunaan kontrasepsi hormonal lebih dari 75% dan 25% yang menggunakan non hormonal. Sulawesi Selatan jumlah akseptor KB tahun 2017 sebanyak 890.131 akseptor. Untuk pemakaian kontrasepsi tertinggi adalah pengguna adalah kontrasepsi suntikan 166.424 orang (18,69%), pengguna pil sebanyak 135.061 orang (15,17%), pengguna kondom sebanyak 50.234 orang (5,64%), pengguna implant sebanyak 21.60 orang (2,42%), pengguna IUD sebanyak 9.036 orang (1,01%), pengguna Metode Operasi Wanita (MOW) sebanyak 2.776 orang (0,31%), pengguna Metode Operasi Pria (MOP) sebanyak 505 orang (56,73%) (BKKBN,2017).Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami Asuhan Kebidanan Akseptor KB &nbsp;Pada Ny. “N” Di RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2019 menurut manajemen Varney. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual, diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya dari kasus Ny”N” yaitu tanda-tanda vital dalam batas normal serta operasi ibu berjalan baik dan lancar. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> Wa Ode Kurniati Jan Jan, Andi Masnilawati, Nurul Husnah Copyright (c) 2021 Wa Ode Kurniati Jan Jan, Andi Masnilawati, Nurul Husnah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/285 Sat, 31 Jul 2021 15:47:39 +0000