https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/issue/feed Window of Midwifery Journal 2021-02-15T05:56:01+00:00 Halida Thamrin halida.thamrin@umi.ac.id Open Journal Systems <p><strong>Window of Midwifery Journal </strong>is a publication of scientific work in the field of midwifery in a broad sense such as child and maternal health, reproduction health, biomedical midwifery, etc. In addition, the Journal was first established since 2020 by the Institute of Study and Management Center Journal of the Faculty of Public Health University Muslim Indonesia located in Makassar, South Sulawesi. Window of Midwifery Journal published on June and December<strong>.</strong></p> https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/287 Manajemen Asuhan Kebidanan pada Nona R dengan Mioma Uteri 2021-01-24T04:29:04+00:00 Ainun Jariah jariahainun131@gmail.com Andi Tenri Abeng anditenri.abeng@umi.ac.id Micha Erawati michaumi@gmail.com <p>Angka kasus mioma uteri di Indonesia sebesar 20 per 1000 wanita dewasa.Angka kejadian mioma uteri di indonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks.mioma uteri ditemukan di Indonesia sebesar 2,39-11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia. Data Profil Kesehatan Sulawesi Selatan, tahun 2018 angka kejadian tumor atau benjolan dengan klasifikasi usia 30-50 tahun sebanyak 95 orang (1.08%) dari total 824.758 orang yang melakukan pemeriksaan. Sedangkan, pada tahun 2019 mengalami peningkatan dengan angka kejadian sebanyak 342 (0,06%) dari total 989.384 orang yang melakukan pemeriksaan. Berdasarkan uraian diatas mioma uteri merupakan masalah kesehatan reproduksi dan menjadi salah satu penyebab mortalitas dan morbilitas yang sering dialami oleh wanita pada usia subur. Hal ini merupakan masalah yang cukup serius dan memerlukan penanganan sedini mungkin.&nbsp; Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan Data Dasar, Interpretasi Data Dasar, Diagnosa Potensial, Tindakan Segera, Menyusun Rencana, Melaksanakan Secara Menyeluruh Asuhan Kebidanan serta Mengevaluasi Keberhasilannya. Asuhan kebidanan gangguan sistem reproduksi Nn ‘’R’’ merasakan nyeri perut bagian bawah sebelah kanan dengan nyeri ringan dan kecemasan, keadaan umum ibu baik, nyeri perut bagian bawah sebelah kanan dan kecemasan berkurang. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : Gangguang sistem reproduksi;mioma uterig</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Ainun Jariah, Andi Tenri Abeng, Micha Erawati https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/168 Manajemen Asuhan Kebidanan Post Natal Care Hari Ketiga pada Ny. N dengan Bendungan ASI 2021-01-24T04:29:13+00:00 Risma Risma Zakariahrisma@gmail.com Evi Istiqamah Evi.istiqamah@umi.ac.id Sitti Hadriyanti Hamang Sittihadriyantihamang@mail.com <p><br>Berdasarkan data World Health Organization (WHO) terbaru pada tahun 2013 di Amerika Serikat persentasi perempuan menyusui yang mengalami bendungan ASI rata-rata sebanyak 8242 (87,05%) dari 12.765 ibu nifas, pada tahun 2014 ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 7198 (66,87%) dari 10.764 ibu nifas dan pada tahun 2015 terdapat ibu yang mengalami bendungan ASI sebanyak 6543 (66,34%) dari 9.862 ibu nifas ( WHO, 2015). Tujuan disusunnya Laporan Tugas Akhir (LTA) ini untuk memberikan asuhan kepada Ny “N” Post Partum hari ketiga dengan Bendungan ASI di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah Cabang Makassar Tahun 2020 dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan sesuai dengan wewenang Bidan. <br>Berdasarkan data awal yang di peroleh dari RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar pada bulan Januari-Desember 2019, jumlah ibu nifas sebanyak 5479 orang ibu nifas dengan ibu yang mengalami bendungan ASI sekitar 200 (3,65%) orang. Pada Januari-Februari 2020, jumlah nifas sebanyak 746 orang ibu nifas dengan ibu yang mengalami bendungan ASI sekitar 20 (2,68%) orang. <br>Bendungan ASI adalah terkumpulnya ASI didalam payudara akibat penyempitan duktus laktiferus atau kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna pada saat menyusui bayi atau karena kelainan pada puting susu. Bendungan ASI biasanya terjadi pada hari ketiga sampai hari kelima setelah persalinan. <br>Pasien yang dikaji dalam Laporan Tugas Akhir ini (LTA) adalah Ny “N” 38 Tahun,Nikah 1x, Suku Makassar, agama Islam, Pendidikan Ners, pekerjaan Perawat, Alamat Jl. Graha Azzikrul Toaha (Maros).<br>Hasil dari studi kasus yang dilakukan pada Ny “N” dengan Bendungan ASI yakni tidak ditemukannya kendala dalam menangani masalah tersebut. Dalam penatalaksanaan pada Ny “N” dengan Bendungan ASI yaitu edukasi dan pemberian obat paracetamol 500 mg sebagai analgetik (anti nyeri) dan sebagai antipiretik (penurun demam).<br>Kesimpulan dari studi kasus dengan manajemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yakni semuanya berlangsung normal tanpa ada penyulit, tidak ditemukannya komplikasi pada payudara ibu, serta keadaan ibu baik yang ditandai dengan payudara ibu telah kembali normal dan bayi telah aktif menyusui.</p> <p>Kata kunci : bendungan ASI, 7 Langkah Varney</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Risma Risma, Evi Istiqamah, Sitti Hadriyanti Hamang https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/240 Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ny. E Akseptor IUD dengan Menometroragia 2021-02-15T05:56:01+00:00 Atika Daen atikadaen@gmail.com Een Kurnaesih kurnaesiheen@gmail.com Suryanti S suryantisudirman@umi.ac.id <p>Data WHO menunjukkan bahwa pengguna alat kontrasepsi IUD/AKDR, 30% terdapat di Cina, 13% di Eropa, 5% di Amerika Serikat, 6,7% dinegara– negara berkemabang lainnya. Terdapat peningkatan presentase pemakaian alat kontrasepsi (semua cara) pada Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) dari 62% pada SDKI 2012 menjadi 64% pada SDKI 2017. Namun, presentase putus pakai (<em>Drop Out</em>) kesertaan ber KB masih tinggi yaitu 34%. Kemudian masih besarnya pasangan usia subur (PUS) yang belum terlayani dan belum menggunakan kontrasepsi yang terlihat dari presentase wanita kawin umur 15-49 tahun dengan kebutuhan ber KB yang belum terpenuhi (<em>unmet need</em>) sebesar 11%. Sulawesi selatan cakupan peserta KB aktif di makassar pada tahun 2015. Menujukkan metode kontrasepsi yang terbanyak digunakan adalah suntikan sebanyak 53.200 orang, Pilsebanyak 30.288 orang, Implant sebanyak 14.709 orang, AKDR sebanyak 13.492 orang dan Kondom sebanyak 5.235 orang, Sedangkan metode yang paling sedikit dipilih yaitu, MOP sebanyak 614 orang, MOW sebanyak 4.354 orang (Badan Pusat Statistik, 2016). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami Asuhan Kebidanan Akseptor KB IUD Pada Ny. “E” Dengan <em>Menometroragia </em>Di RSUD Labuang Baji Makassar tahun 2019 menurut manajemen Varney. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual,&nbsp; diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya dari kasus Ny”E” yaitu tanda-tanda vital dalam batas normal, &nbsp;<em>menometroragia </em>belum teratasi &nbsp;namun ibu dapat beradaptasi dengan kondisinya saat ini dan kecemasan teratasi. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Atika Daen, Een Kurnaesih, Suryanti S https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/203 Manajemen Asuhan Kebidanan Akseptor Baru KB Implan pada Ny. N dengan Kecemasan 2021-01-24T04:29:21+00:00 Ayu Diah permatasari ayhupermatasari8@gmail.com Halida Thamrin Halida.thamrin@umi.ac.id Nurhidayati Nurhidayati nur.hidayatiyati77@gmail.com <p>Survei Demografi Kependudukan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan Angka Kematian Ibu (AKI) masih tinggi yaitu 359 per 100.00&nbsp; 0 kelahiran hidup. Angka ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan SDKI tahun 1991 yaitu sebesar 390 per 100.000 kelahiran hidup. AKI kembali menunjukkan penurunan yang signifikan menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup ini berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus. Salah satu upaya percepatan penurunan AKI adalah melalui program pelayanan keluarga berencana. Berdasarkan penelitian oleh Hubacher, dkk, 2013 penggunaan kontrasepsi implan meningkat di sub-sahara karena akan membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan dengan demikian mengurangi kejadian HIV dari penularan dari ibu-ke-bayi. Berdasarkan data kesehatan Indonesia tahun 2017, jumlah penduduk Sulawesi selatan terdiri dari 8.690.294 jiwa. Dengan jumlah keseluruhan PUS terdiri dari 1.384.279 pasangan dan jumlah akseptor KB aktif 992.180 (71,67%) yang menggunakan suntik (35,95%), pil (17,43%), kondom (0,17%), implant (10,45%), IUD (108,03%), MOP (1,66%), MOW (6,95%). Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada akseptor baru KB implant yang dirasakan Ny”N” di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Siti Fatimah makassar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan Data Dasar, Interpretasi Data Dasar, Diagnosa Potensial, Tindakan Segera, Menyusun Rencana, Melaksanakan Secara Menyeluruh Asuhan Kebidanan serta Mengevaluasi Keberhasilannya. Dari kasus Ny”N” yaitu kecemasan sudah berkurang. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p>Kata kunci : KB baru Implan ; kecemasan</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Ayu Diah permatasari, Halida Thamrin, Nurhidayati Nurhidayati https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/180 Manajemen Asuhan Kebidanan Bayi Ny. H dengan Berat Badan Lahir Rendah 2021-01-24T04:29:27+00:00 Rifani Rifani Rifanifachrull@gmail.com Evi Istiqamah evi.istiqamah@umi.ac.id Nurul Husnah nurulfaiz8@gmail.com <p>Berdasarkan laporan World Health Organitation (WHO) tahun 2017, melaporkan Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan jumlah bayi BBLR terbanyak di dunia. Data yang diperoleh dari rekam medik di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah pada tahun 2017 dari 4.829 bayi yang lahir hidup terdapat 375 (7,76%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, tahun 2018 dari 4.940 bayi yang lahir hidup terdapat 430 (8,70%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah, sedangkan tahun 2019 dari 5.479 bayi yang lahir hidup terdapat 485 (8,85%) bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah dapat melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi Ny. “H” dengan Berat Badan Lahir Rendah di RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah sesuai wewenang bidan.</p> <p>Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badannya kurang dari 2.500 gram. Istilah BBLR sama dengan prematuritas. Namun, BBLR tidak hanya terjadi pada bayi prematur, juga bayi yang cukup bulan dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Karakteristik bayi prematur atau BBLR diantaranya: Berat badan &lt;2.500 gram dengan lingkar kepala &lt;33 cm, lingkar dada &lt;30 cm, panjang badan &lt;45 cm, otot masih hipotonis dengan gerakan yang kurang aktif, umur kehamilan &lt;37 minggu.</p> <p>Pasien yang dikaji dalam laporan tugas akhir ini adalah Bayi Ny. ”H” 36 Tahun, Nikah 2x, Suku Makassar, Agama islam, Pendidikan SMP, Pekerjaan IRT, Alamat Jl. Salemo lr. 159 No. 19a.</p> <p>Berdasarkan studi kasus pada Ny”H” dengan berat badan lahir rendah ditemukan tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus berdasarkan data ibu mempunyai riwayat hipertensi saat hamil. Setelah penulis mempelajari teori dan pegalaman langsung di lahan praktek melalui studi kasus tentang manajemen asuhan kebidanan pada Ny ”H”. Hasil tinjauan kasus dengan tinjauan pustaka telah diuraikan dan tidak ditemukan adanya kesenjangan antara tinjauan kasus dengan tinjauan pustaka serta upaya yang dilakukan berdasarkan lingkup tugas, wewenang, dan tanggung jawab bidan.</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Rifani Rifani, Evi Istiqamah, Nurul Husnah https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/157 Manajemen Asuhan Kebidanan Post Sectio Caesarea Hari Kedua pada Ny. D dengan Nyeri Luka Operasi 2021-01-24T04:29:29+00:00 Widya Lestari Hendring lestariwidya74@gmail.com Azrida Machmud azrida.machmud@umi.com Sitti Hardiyanti Hamang sittihardiyantihamang@gmail.com <p>Pada masa lalu melahirkan dengan cara operasi merupakan hal yang menakutkan karena dapat menyebabkan kematian. Beberapa tahun terakhir ini angka kejadian sectio caesarea meningkat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dengan berkembangnya kecanggihan bidang ilmu kedokteran pandangan tersebut mulai bergeser, sectio caesarea telah menjadi alternatif pilihan persalinan. Ditemukannya bedah sesar memang dapat mempermudah proses persalinan sehingga banyak ibu hamil yang lebih senang memilih jalan ini walaupun sebenarnya bisa melahirkan secara normal. Angka kesakitan dan kematian ibu pada tingkat sectio caesarea lebih tinggi dibandingkan persalinan pervaginam. Sectio Caesarea berkontribusi terhadap angka kematian sekitar 5,8 per 100.000 persalinan, juga angka kesakitan lebih tinggi yakni sekitar 27,3 per 1.000 persalinan, dibandingkan persalinan normal yang hanya 9 per 1.000 persalinan. Angka kesakitan post Sectio Caesarea kira-kira sebesar 15% dan sekitar 90% disebabkan oleh infeksi, maka perubahan fisiologis yang terjadi sangat jelas yaitu nyeri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingat nyeri luka Operasi Sectio Caesarea yang dirasakan Ny”D” di RS Pelamonia Makasasar tahun 2019. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan data dasar, interpretasi data dasar, diagnosa actual,&nbsp; diagnosa potensial, tindakan segera, rencana asuhan, pelaksanaan asuhan serta mengevaluasi keberhasilannya. Dari kasus Ny”D” yaitu nyeri luka sectio caesarea nyeri belum berkurang namun ibu dapat beradaptasi dengan nyeri (nyeri tingkat 4), tidak terdapat tanda-tanda infeksi. Penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Widya Lestari Hendring, Azrida Machmud, Sitti Hardiyanti Hamang https://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/wom/article/view/219 Manajemen Asuhan Kebidanan Intranatal pada Ny. M dengan Serotinus 2021-02-15T05:51:25+00:00 Cici Sarfina cicisarfina98@gmail.com Sundari Sundari sundari.sundari@umi.ac.id Andi Surahman Batara andisurahman.batara@umi.ac.id <p>Menurut organisasi dunia WHO pada tahun 2013 sebanyak 58.500 perempuan meninggal. 99% kematian akibat masalah persalinan atau kelahiran di negara–negara berkembang merupakan angka tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100.0000 kelahiran hidup. Jika dibandingkan rasio kematian ibu di 9 negara dan 51 negara maju hal tersebut disebabkan perdarahan 40-50%, infeksi 20-30%, pre-eklamsia 20-30%. Data dari <em>medical record</em> RSUD Labuang Baji Makassar Januari sampai Desember 2019 sekitar 556 ibu yang bersalin dengan angka kejadian serotinus sebanyak 31 kasus. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus Manajemen Kebidanan yang terdiri dari 7 langkah Varney, yaitu : Pengumpulan Data Dasar, Interpretasi Data Dasar, Diagnosa Potensial, Tindakan Segera, Menyusun Rencana, Melaksanakan Secara Menyeluruh Asuhan Kebidanan serta Mengevaluasi Keberhasilannya. Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin Ny. ‘’M’’&nbsp; Kala I, fase laten berlangsung (1-3 jam), 3 jam kemudian ibu pada fase aktif deselerasi dengan pembukaan serviks 10 cm. Waktu proses persalinan dari kala I sampai kala IV berlangsung (6 jam 5 menit), keadaan umum Ibu dan Bayi dalam batas normal sampai dipindahkan ke ruang nifas. penelitian ini, bidan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan prioritas masalah pasien secara menyeluruh sehingga tindakan yang akan dilakukan bidan dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan metode ilmiah.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : persalinan;serotinus</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> 2020-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Cici Sarfina, Sundari Sundari, Andi Surahman Batara