http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/issue/feed Window of Public Health Journal 2021-03-26T05:34:25+00:00 Septiyanti jurnalfkmumi@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Window of Public Health Journal</strong> merupakan jurnal kesehatan masyarakat yang mempublikasi karya ilmiah di bidang kesehatan, yaitu penelitian di bidang epidemiologi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan reproduksi, gizi masyarakat, administrasi dan kebijakan kesehatan, manajemen rumah sakit, serta bidang promosi kesehatan. Jurnal ini pertama kali didirikan sejak tahun 2020 oleh Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Window of Public Health Journal diterbitkan pada bulan Juni, Agustus, Oktober, Desember, Februari, dan April.</p> http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/98 Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita (24-36 Bulan) 2021-03-26T05:34:11+00:00 Nurchalisah Basri nurchalisahbasri210@gmail.com Mansur Sididi mansur.sididi@umi.ac.id Sartika sars_fkm@yahoo.co.id <p><em>Stunting</em> merupakan gangguan pertumbuhan linier yang ditunjukkan dengan nilai z skore TB/U kurang dari -2 SD. Prevalensi <em>stunting</em> di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang mencapai 20.79%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita (24-36 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode <em>cross sectional. </em>Populasi dalam penelitian ini yaitu semua balita (24-36 bulan) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang yang berjumlah 485 balita. Jumlah sampel yang akan diteliti adalah 149 balita, dengan ibu dari balita sebagai responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan <em>purposive sampling.</em> Pada penelitian ini terdapat 56.4% balita <em>stunting</em>. enelitian menunjukkan bahwa ada hubungan tinggi badan ibu terhadap kejadian <em>stunting</em> (p=0.048). Tinggi badan ibu yang rendah merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita (24-36 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Disarankan kepada para ibu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pambusuang agar memperbaiki asupan gizi ibu dan balita, memperhatikan penyuluhan, sosialisasi, dan pembinaan yang diberikan tenaga kesehatan terkait pemenuhan gizi agar dapat mengurangi terjadinya <em>stunting.</em></p> 2021-02-28T00:10:05+00:00 Copyright (c) 2021 Nurchalisah Basri, Mansur Sididi, Sartika http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/134 Faktor yang Berhubungan dengan ATP (Willingness To Pay) dan WTP (Willingness To Pay) dengan Keputusan Penentuan Kelas Iuran BPJS Kesehatan 2021-03-26T05:34:09+00:00 Indriani Syakhila Sudirman indrianisyakhila23@icloud.com Nurgahayu nurgahayu.nurgahayu@umi.ac.id Ulfa Sulaeman ulfachen@gmail.com <p><em>Ability To Pay</em> dan <em>Willingness To Pay</em> adalah dua faktor yang berperan dalam utilisasi pelayanan medis yang akan mempengaruhi pemerataan, pembiayaan kesehatan dan kepesertaan JKN yang masih menjadi masalah yang sangat penting karena cukup memberatkan. Berdasarkan <em>survey</em> pendahuluan bahwa adanya keterlambatan pembayaran iuran, hal tersebut berdampak pada ketidakpatuhan dalam membayar iuran. Ketidakpatuhan masyarakat dalam membayar iuran tidak terlepas dari kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar iuran BPJS. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>Cross Sectional</em>, dengan jumlah responden sebanyak 100 Peserta BPJS Mandiri. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus uji <em>chi square</em> (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara ATP (<em>Ability To Pay</em>) dengan Kelas Rawat BPJS dengan nilai&nbsp; (<em>p = </em>0,786<em> &gt; </em>α=0,05) Tidak berhubungan. Sedangkan variabel WTP (<em>Willingness To Pay</em>) dengan Kelas Rawat BPJS dengan nilai&nbsp; (<em>p = </em>0,001 <em>&gt; </em>α=0,05) berhubungan. Diharapkan pada peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti faktor lain mengenai penentuan kelas iuran BPJS.</p> 2021-02-28T00:10:58+00:00 Copyright (c) 2021 Indriani Syakhila Sudirman, Nurgahayu, Ulfa Sulaeman http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/140 Pengaruh Kinerja Perawat dan Sarana Prasarana Terhadap Keselamatan Pasien di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Makassar 2021-03-26T05:34:07+00:00 Muslimin R Pakka musliminr@hotmail.com Nurbaety nurbaety63@gmail.com Arni Risqiani Rusyidi Arni_mars@yahoo.com <p>Upaya meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit sudah merupakan sebuah gerakan universal, bukan hanya mutu pelayanan yang harus ditingkatkan tetapi yang lebih penting lagi adalah menjaga keselamatan pasien secara konsisten dan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja perawat dan sarana prasarana terhadap keselamatan pasien di Ruang rawat inap&nbsp; RSUD kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pengambilan data secara <em>c</em><em>ross sectional. </em>Jumlah sampel sebanyak 65 orang dengan teknik pengambilan sampel secara <em>&nbsp;purposive sampling. </em>Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan <em>uji chi square </em>dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan tidak ditemukan adanya hubungan dan pengaruh variabel komunikasi efektif terhadap keselamatan pasien dengan hasil uji chi-square ɑ (0,05) ƿ = 0,654 nilai ƿ &gt; ɑ dan hasil uji regresi diperoleh&nbsp; nilai 0,998 dimana nilai sig ˃ ɑ (0,05). Berdasarkan variabel sikap perawat tidak ada hubungan dan pengaruh sikap perawat terhadap keselamatan pasien dengan hasil uji chi-square dengan ɑ (0,05) ƿ = 1,598&nbsp; nilai ƿ &gt; ɑ dan hasil uji regresi dengan ɑ (0,05) nilai 0,199 nilai sig ˃ ɑ. Berdasarkan variabel ketersediaan sarana prasarana penunjang keselamatan pasien terdapat pengaruh dengan keselamatan pasien, dengan jumlah 90% tersedia dan 10% tidak tersedia. Kesimpulan penelitian tidak terdapat pengaruh komunikasi efektif dan sikap perawat terhadap keselamatan pasien, dan terdapat pengaruh sarana prasarana terhadap keselamatan pasien. Perawat diharapkan lebih meningkatkan komunikasi efektif antar sesama perawat, dokter, dan pasien untuk menjaga keselamatan pasien.</p> 2021-02-28T00:11:35+00:00 Copyright (c) 2021 Muslimin R Pakka, Nurbaety, Arni Risqiani Rusyidi http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/142 Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Peserta BPJS 2021-03-26T05:34:05+00:00 Wiwiek Indriany Sary S indrianywiwik@gmail.com Nurfardiansyah Bur nurfardiansyah.bur@gmail.com Septiyanti mizz.kudo@gmail.com <p>Kualitas pelayanan menjadi salah satu satu faktor penting untuk menciptakan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil pengambilan data awal di RSUD Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat jumlah kunjungan pasien BPJS pada tahun 2017 sebanyak 5.593 jiwa, pada tahun 2018 sebanyak 5.350 jiwa dan pada tahun 2019 jumlah kunjungan sebanyak 4.487. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>Scross Sectional,</em> dengan jumlah responden sebanyak 90 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil analisis uji <em>chi-square</em> dengan α = 0,05 menunjukkan bahwa nilai p- value untuk kompetensi teknis p= 0,281, Akses Informasi p=0,129, kenyamanan p=1,000, hubungan antar manusia p=0,021, ketepatan waktu p=0,021 dengan kepuasan pasien. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa hubungan antar manusia dan ketepatan waktu memiliki hubungan dengan kepuasan pasien. Sedangkan kompentensi teknis, akses informasi dan kenyamanan tidak memiliki hubungan dengan kepuasan pasien.</p> 2021-02-28T00:12:14+00:00 Copyright (c) 2021 Wiwiek Indriany Sary S, Nurfardiansyah Bur, Septiyanti http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/158 Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup ODHIV di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Makassar 2021-03-26T05:34:03+00:00 Rosnaini rosnaini1698@gmail.com Fatmah Afrianty Gobel fatmahafrianty.gobel@umi.ac.id Andi Multazam multazam.mustari@yahoo.com <p>Peningkatan kasus HIV/AIDS tidak terlepas dari adanya stigma dan diskriminasi pada pengidap yang dapat menjadi penghalang utama terhadap pencegahan, pengobatan, dan akses terkait layanan kesehatan. Berdasarkan data YPKDS, kota Makassar menduduki peringkat pertama jumlah kasus HIV/AIDS sebanyak 2885 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap kualitas hidup ODHIV. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>cross sectional study</em>. Sampel dalam penelitian ini yaitu semua pasangan positif HIV sebanyak 43 responden dengan teknik sampling jenuh. Metode analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis univariat, analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dengan menggunkan uji statistik <em>chi-square, </em>serta analisis multivariat untuk melihat dukungan yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV dengan menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV adalah dukungan keluarga (<em>p</em> = 0,010 dan OR = 7,280), dukungan teman (non ODHIV) (<em>p</em> = 0,010), dan dukungan kelompok sebaya (<em>p</em> = 0,028) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu dukungan pasangan (<em>p</em> = 255). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga, teman dan kelompok sebaya merupakan variabel yang berhubungan dengan kualitas hidup ODHIV dan dukungan keluarga merupakan variabel yang paling mendukung sebanyak 7,280 kali terhadap kualitas hidup ODHIV di&nbsp; Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya Makassar. Saran dari penelitian ini yaitu tidak melakukan stigma dan diskriminasi kepada ODHIV, melainkan memberikan dukungan kepada mereka agar tetap semangat karena yang perlu dihindari bukan orangnya tetapi virusnya dan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya penularan HIV.</p> 2021-02-28T00:13:55+00:00 Copyright (c) 2021 Rosnaini, Fatmah Afrianty Gobel, Andi Multazam http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/159 Faktor Risiko Penularan HIV pada Pasangan Serodiscordant di Yayasan Dukungan Kelompok Dukungan Sebaya Makassar 2021-03-26T05:34:00+00:00 Mia Riani miariani.p@gmail.com Fatmah Afrianty Gobel fatmahafrianty.gobel@umi.ac.id Andi Nurlinda andinurlinda58@yahoo.co.id <p>Pasangan serodiscordant merupakan kelompok berisiko tinggi tertular HIV. Berdasarkan data dari Yayasan Peduli Dukungan Sebaya (YPKDS), Kota Makassar menduduki peringkat pertama jumlah kasus HIV dengan jumlah 2885 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko penularan HIV pada pasangan <em>serodiscordant</em>. Jenis penelitiain yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan <em>case control</em>. Sampel penelitian ini yaitu semua pasangan <em>serodiscordant </em>dan pasangan HIV positif sebanyak 40 responden, dengan teknik sampling jenuh. Motode analisis data dalam penelitiain ini&nbsp; terdiri dari analisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari masing-masing variable, Analisis bivariat dilakukan untuk menganilisis variabel independen yang diduga mempunyai hubungan dengan variabel dependen dengan menggunakan uji Chi Square (<em>continuity correction</em>) dan perhitungan <em>Odd Ratio (OR). </em>Hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan faktor risiko penularan HIV pada pasangan <em>serodiscordant </em>di YPKDS Kota Makassar adalah penggunaan kondom (p=0,043) dan OR 0,176 (95%=0,039-0,0797) sedangkan yang tidak berhubungan yaitu kepatuhan ARV (1,000) dan OR 1,000 (95%=0,273-3,667) dan penggunaan Profilaksis Pra Panajanan (p=0,480) dan OR 0,464 (95%=0,111-1,940). Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan kondom merupakan faktor protektif (melindungi) terhadap penularan HIV kepada pasangan s<em>erodiscordant. </em>Saran dalam penelitian ini untuk pasangan <em>Serodiscordant </em>dalam melakukan hubungan seksual harus menggunakan kondom untuk mengurangi risiko penularan HIV pada pasangannya yang berstatus HIV negatif.</p> 2021-02-28T00:14:29+00:00 Copyright (c) 2021 Mia Riani, Fatmah Afrianty Gobel, Andi Nurlinda http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/160 Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Penjahit Pasar Sentral Bulukumba 2021-03-26T05:33:58+00:00 Mutma Innah mutma.innah0803@gmail.com Muhammad Khidri Alwi khidrialwi97@gmail.com Fatmah Afrianty Gobel fatmahafrianty.gobel@umi.ac.id Hasriwiani Habo Abbas haboabbashasriwiani@yahoo.com <p>Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di Pasar Sentral Bulukumba tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan <em>cross sectional study</em>. Pengumpulan data dimulai pada tanggal 17 April sampai tanggal 17 Mei 2020 terhadap 30 penjahit sebagai sampel yang diambil dengan cara teknik <em>exhaustive sampling</em>. Teknik pengukuran kelelahan kerja menggunakan kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja sedangkan untuk pengukuran beban kerja menggunakan kuesioner beban kerja. Analisis data dengan menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan 12 penjahit (40.0%) mengalami kelelahan dan 18 penjahit (60.0%) tidak mengalami kelelahan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan masa kerja (<em>p</em>=0.403), lama kerja (<em>p</em>=0.367), beban kerja (<em>p</em>=0.187) sedangkan indeks massa tubuh (<em>p</em>=0.006) ada hubungan dengan kelelahan kerja pada penjahit di Pasar Sentral Bulukumba tahun 2020. Sarannya adalah menerapkan sikap kerja tubuh yang baik serta melakukan istirahat kerja, menyesuaikan kemampuan fisik dan menjaga pola makan setiap harinya agar dapat meminmalisir terjadinya kelelahan kerja</p> 2021-02-28T00:15:06+00:00 Copyright (c) 2021 Mutma Innah, Muhammad Khidri Alwi, Fatmah Afrianty Gobel, Hasriwiani Habo Abbas http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/178 Pengukuran Tekanan Panas dan Risk Assesment (K3) pada Pekerja di Area Factory I PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar 2021-03-26T05:33:56+00:00 Andriani Yulisa Himadundu andrianiyuli019@gmail.com Suharni A. Fachrin suharniandifachrin@gmail.com Alfina Baharuddin alfina.riyadi@gmail.com <p>Tekanan Panas adalah lingkungan kerja yang bersuhu tinggi dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja sehingga untuk bekerja pada lingkungan dengan keadaan temperatur tinggi. Demikian perlu upaya penyesuaian lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya. Penilaian risiko adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya. Diperlukan untuk mengurangi risiko cedera di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk Indonesia Makassar. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan pemberian kuisioner. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden yang ada di area factory I dan pengumpulan data menggunakan metode observasi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagian besar pekerja berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, dengan tingkat risiko tertinggi adalah bahaya dari gangguan fungsi tubuh, dehidrasi, kecelakaan kerja, sesak nafas, dan pendengaran kurang, serta stress kerja. Disarankan&nbsp; kepada pihak perusahaan dapat memberikan teguran atau sangsi kepada tenaga kerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap pada saat bekerja.mengetahui pengukuran tekanan panas dan <em>risk assessment</em> K3 pada pekerja di Area factory I PT. Maruki International</p> <p>&nbsp;</p> 2021-02-28T00:16:05+00:00 Copyright (c) 2021 Andriani Yulisa Himadundu, Suharni A. Fachrin, Alfina Baharuddin http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/190 Pengaruh Remunerasi Terhadap Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji Kota Makassar 2021-03-26T05:33:54+00:00 Nur Indah Permatasari nurindahps1804@gmail.com Nurbaeti nurbaeti63@gmail.com Reza Aril Ahri reza.ahri@gmail.com <p>Rumah Sakit Labuang Baji merupakan salah satu instansi yang menerapkan sistem remunerasi. Remunerasi adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah atas kinerja suatu pegawai pada instansi pemerintah berupa tambahan tunjangan gaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh remunerasi terhadap kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Labuang Baji. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan pendekatan <em>cross sectional study. </em>Sampel dalam penelitian ini adalah perawat yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji yang berjumlah 83 orang. Hasil analisis uji <em>fisher’s excat test </em>dengan α=0,05 menunjukkan nilai <em>p-value </em>untuk insentif <em>p</em>=0,023, tunjangan sebesar <em>p</em>=0,021, pekerjaan sebesar <em>p</em>=0,023, fasilitas sebesar <em>p</em>=0,01, terhadap kinerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yang signifikan antara insentif terhadap kinerja perawat, ada pengaruh yang signifikan antara tunjangan terhadap kinerja perawat, ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan terhadap kinerja perawat, ada pengaruh yang signifikan antara fasilitas terhadap kinerja perawat. Sebaiknya pemberian insentif pada perawat didasarkan pada asas keadilan dan kelayakan dan diharapkan rumah sakit memperhatikan serta meningkatkan pemberian tunjangan, serta tetap menjaga dan mengontrol kelengkapan fasilitas kerja.</p> 2021-02-28T00:16:40+00:00 Copyright (c) 2021 Nur Indah Permatasari, Nurbaeti, Reza Aril Ahri http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/171 Studi Ketidakpatuhan Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar 2021-03-26T05:33:52+00:00 Mirna Ahmad mirnaahmad099@gmail.com Nurmiati Muchlis nurmi_marsfkm@yahoo.com Haeruddin Emanhaeruddin@yahoo.com <p>Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran BPJS di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak sebanyak 54.3% dari peserta mandiri terdaftar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam tentang ketidakpatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri di Kelurahan Tamalanrea Jaya Kota Makassar yang dilihat dari empat faktor ketidakpatuhan, yaitu tingkat pendapatan, pengetahuan, persepsi dan motivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan survei deskriptif. Informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan kunci yakni peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang pernah atau sedang mengalami penunggakan pemabayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri sebanyak 6 informan biasa dan 1 informan kunci yang didapatkan dari kriteria pengambilan informan yang terlah ditentukan. Analisis data dengan menggunakan teknik triangulasi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa semua informan memiliki pendapatan rendah dan tidak patuh dalam membayar iuran, Semua informan memiliki pengetahuan yang tinggi tetapi tidak patuh dalam membayar iuran, semua informan memiliki persepsi negatif dan tidak patuh dalam membayar iuran dan semua informan memiliki motivasi positif tetapi tidak patuh dalam membayar iuran. Kesimpulan dari penelitian ini ialah semua informan mengalami ketidakpatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan Mandiri disebabkan oleh faktor pendapatan, pengetahuan, persepsi dan motivasi. Disarankan kepada pihak BPJS untuk memberikan sosialisaisi atau informasi kepada peserta BPJS Kesehatan tentang Program BPJS Kesehatan dan mempertimbangkan pembuatan layanan pemberitahuan berbasis online untuk mengingatkan peserta agar melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan tepat waktu.</p> 2021-02-28T00:17:18+00:00 Copyright (c) 2021 Mirna Ahmad, Nurmiati Muchlis, Haeruddin http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/179 Pengaruh Knowledge Management terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Sulawesi Selatan 2021-03-26T05:33:50+00:00 Asma Nilam Sari asmanilamsari1998@gmail.com Andi Mansur Sulolipu amsulolipu@gmail.com Nurul Ulfah Mutthalib nurul.ulfah@gmail.com <p>Knowlegde management didefinisikan sebagai cara yang digunakan oleh organisasi untuk menangkap, mentransfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh knowledge management terhadap kinerja tenaga kesehatan di puskemsas Sulawesi Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian eksprimen. Total populasi 60 responden dan dan sampel 30 responden sebagai kelompok intervensi dan 30 sebagai kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Analisis data menggunkan univariat untuk mendekskripsikan karakteristik responden dan karakteristik variabel, analisis bivariat menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh knowledge management terhadap perencanaan kelompok intervensi p=0.000&lt;0.05 dan kelompok kontrol p=0.000&lt;0.05, pelaksanaan dan pergerakan kelompok intervensi p=0.000&lt;0.05 dan kelompok kontrol p=0.000&lt;0.05, pengawasan, pegendalian dan penilaian kelompok intervensi p=0.000&lt;0.05 dan kelompok kontrol p=0.000&lt;0.05 pada kinerja tenaga kesehatan di puskesmas Sulawesi Selatan. Diharapkan bagi tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan lebih meningkatkan kinerja manajemen puskesmas (P1, P2 dan P3) dengan mengimplementasikan knowledge management dan dapat berpengaruh positif terhadap kinerja kesehatan yang dalam pelaksanaanya bisa berjalan dengan optimal sehingga mencapai tujuan yang direncanakan.</p> 2021-02-28T00:18:45+00:00 Copyright (c) 2021 Asma Nilam Sari, Andi Mansur Sulolipu, Nurul Ulfah Mutthalib http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/184 Hubungan KEK dan Wasting dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di Kabupaten Majene 2021-03-26T05:34:23+00:00 Mutmainnah Mutmnh23@gmail.com Sitti Patimah imhasudirman@gmail.com Septiyanti mizz.kudo@gmail.com <p>Remaja putri memiliki risiko lebih besar menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra. Anemia banyak terdapat di negara maju maupun negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Di Indonesia, angka prevalensi anemia pada perempuan usia 15-49 tahun sebanyak 28.8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kurang energi kronik (KEK) dan <em>wasting</em> dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>, teknik pengambilan sampel menggunakan metode <em>total sampling </em>yaitu sebanyak 126 siswi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate dengan menggunakan uji <em>correlation spearman</em>. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi anemia sebanyak 21.6%, prevalensi kekurangan energi kronik (KEK) sebanyak 79.3%, dan prevalensi <em>wasting </em>sebanyak 10.3%. Dari hasil uji statistik ditemukan nilai (p = 0.025 &lt; α = 0.05) pada uji hubungan kurang energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia dan ditemukan nilai (p = 0.020 &lt; α = 0.05) pada uji hubungan antara <em>wasting </em>dengan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kurang energi kronik (KEK) dan <em>wasting </em>dengan kejadian anemia pada siswi kelas VII SMPN 1 Majene, sehingga disarankan bahwa remaja putri tetap perlu mengonsumsi makanan bergizi yang adekuat dan mengkonsumsi suplemen zat besi untuk mengendalikan anemia. Selain itu, juga paham akan pentingnya kecukupan kebutuhan zat gizi untuk seusianya melalui sosialisasi kesehatan remaja putri. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi KEK dan <em>wasting </em>pada remaja putri di SMPN 1 Majene.</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Mutmainnah, Sitti Patimah, Septiyanti http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/201 Analisis Kesiapan Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar dalam Implementasi Akreditasi Puskesmas Tahun 2019 2021-03-26T05:33:49+00:00 Ficy Septiany vicky.septianyy@gmail.com A. Surahman Batara as.ammankbatara@gmail.com Sitti Patimah imhasudirman@gmail.com <p>Indikator mutu pelayanan kesehatan dapat diperoleh melalui akreditasi. Salah satu puskesmas yang dicanangkan wajib akreditasi di tahun 2019 adalah Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar. Untuk melakukan akreditasi ini, puskesmas diharuskan untuk melakukan persiapan sebelum akreditasi. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar dalam implementasi akreditasi puskesmas tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>purposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan akreditasi puskesmas Cendrawasih, dapat dilihat dari segi masukan (input) dimana komunikasi antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas Cendrawasih terlaksana dengan baik, sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas Cendrawasih tergolong cukup dan para staf juga menyikapi dan mendukung pelaksanaan akreditasi ini, struktur birokrasi juga sudah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dari segi proses dimana lokakarya rutin diadakan serta penyusunan dokumen telah dilakukan untuk persiapan akreditasi sedangkan dari segi output dimana persentase persiapan Puskesmas Cendrawasih yaitu 82%. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa Puskesmas Cendrawasih Kota Makassar telah siap untuk melakukan akreditasi, yang dimana segala persiapan yang dilakukan mencakup semua aspek yang mendukung proses akreditasi telah dijalankan dengan baik walaupun memiliki beberapa kendala yaitu kurangnya fasilitas pendukung yang menghambat penyusunan dokumen akreditasi. Disarankan kepada kepala puskesmas untuk lebih memperhatikan kelengkapan fasilitas pendukung seperti printer yang dibutuhkan oleh staf sehingga tidak menghambat pekerjaannya.</p> 2021-02-28T00:19:57+00:00 Copyright (c) 2021 Ficy Septiany, A. Surahman Batara, Sitti Patimah http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/230 Hubungan Quality of Work Life Dengan Kepuasan Kerja Pada Pegawai Honor di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba 2021-03-26T05:34:17+00:00 Astriani astrianijufri@gmail.com Wardiah Hamzah wardiah.hamzah@gmail.com Septiyanti mizz.kudo@gmail.com <p>Penerapan <em>quality of work life</em> yang baik akan berpengaruh pada tingkat kepuasan pegawai terhadap pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan <em>quality of work life</em> dengan kepusan kerja pada pegawai honor bagian keperawatan di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan secara <em>cross sectional study. </em>Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 55 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah <em>purposive sampling. </em>Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian hubungan antara variabel komunikasi dengan kepuasan kerja adalah tidak berhubungan, dimana (ρ = 0,621 &gt; α = 0,05). Sementara untuk variabel partisipasi dengan kepuasan kerja didapatkan hasil bahwa ada hubungan dimana (ρ = 0,037 &lt; α = 0,05). Pada variabel penyelesaian konflik dengan kepuasan kerja mendapatkan hasil positif (berhubungan) dimana (ρ = 0,001 &lt; α = 0,05). Kemudian untuk variabel fasilitas dengan kepuasan kerja, didapatkan hasil bahwa tidak berhubungan dengan (ρ = 0,267 &gt; α = 0,05). Dari hasil penelitian tersebut di simpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara komunikasi dan fasilitas dengan kepuasan kerja, dan terdapat hubungan antara partisipasi kerja dan penyelesaian konflik dengan kepuasan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan untuk pihak rumah sakit lebih meningkatkan hubungan komunikasi baik dengan atasan maupun sesama rekan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis.</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Astriani, Wardiah Hamzah, Septiyanti http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/208 Gambaran Karakteristik Ibu Menyusui pada Ibu Pengguna Krim Pemutih di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar 2021-03-26T05:33:47+00:00 Fitriani Fitrhyitto@gmail.com Hasriwiani Habo Abbas hasriwianihabo.abbas@umi.ac.id Nur Ulmy Mahmud nurululmymahmud@yahoo.com <p>Merkuri (Hg) adalah logam berat yang berbahaya, karena merkuri bersifat racun, meskipun dalam konsentrasi kecil. Kandungan merkuri dapat ditemukan pada kosmetik pemutih. Ibu hamil yang terpapar oleh merkuri dari krim wajah, dapat mengalirkan merkuri ke janin yang dan terakumulasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran karakteristik pada rambut ibu menyusui di RSIA Sitti Khadijah 1 Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel, yaitu purposif sampling, jumlah sampel sebanyak 40 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ibu menyusui pada ibu pengguna krim pemutih, yaitu tingkat pendidikan tertinggi sarjana sebesar 30,0%, bekerja sebagai IRT sebesar 52,5%,&nbsp; umur ibu menyusui tertinggi adalah berusia 24 tahun (17,5%). Sementara durasi pemakaian krim pemutih kategori tertinggi kurang dari setahun (92,5%), frekuensi pemakaian krim pemutih dengan kategori pemakaian tertinggi kurang 2 kali (97,5%), volume krim pemutih tertinggi 25 gr (17,5%), jenis krim kategori semisolid (92,5%). Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa mayoritas ibu menyusui di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar rutin menggunakan krim pemutih setiap harinya. Dan diharapkan agar ibu meminimalisir penggunaan krim pemutih selama menyusui.</p> 2021-02-28T00:22:21+00:00 Copyright (c) 2021 Fitriani, Hasriwiani Habo Abbas, Nur Ulmy Mahmud http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/239 Penerapan Higiene dan Sanitasi Industri Rumah Tangga Pengolahan Tahu di Kelurahan Bara-Baraya Kota Makassar 2021-03-26T05:33:45+00:00 Dini Dwi Pratiwi pdinidwi72@gmail.com Muhammad Khidri Alwi khidsri@yahoo.co.id Ikhram Hardi S ikhram.hardi@umi.ac.id <p>Hygiene dan sanitasi industri adalah upaya pencegahan atau preventif yang perlu dilakukan pada setiap industri untuk menjaga dan memelihara kesehatan lingkungan serta mengendalikan faktor-faktor dari lingkungan yang muncul di tempat kerja atau industri yang dapat menyebabkan pekerja dapat mengalami gangguan kesehatan dan rasa ketidaknyamanan pada saat melakukan pekerjaan. Jenis penelitian ini adalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitaif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang ada di 2 industri tahu di Kelurahan Bara-Baraya Jl. Inspeksi Kanal dengan teknik <em>total sampling </em>&nbsp;yaitu sebanyak 30 responden yang ada di 2 industri tahu. Data dianalisis menggunakan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden serta menganalisa setiap variabel. Hasil penelitian menujukkan hampir seluruh pekerja di 2 industri yang belum memperhatikan kebersihan dirinya dan tidak menggunakan alat pelindung diri yang lengkap dan hampir 100% lingkungan kerja industri tidak memelihara serta menjaga kesehatan lingkungannya dan untuk pengolahannya telah menggunakan mesin yang masih layak pakai, Disarankan kepada pekerja agar memakai alat pelindung diri ketika bekerja dan memperhatikan kebersihan serta kesehatan diri. Diharapkan pada pemilik industri tahu agar lebih menerapkan lagi mengenaik hygiene dan sanitasi pada lingkungan industri serta para pekerjanya agar hasil olahan tahu&nbsp; tetap aman dan bersih serta pekerjanya sehat dan selamat.</p> 2021-02-28T00:23:33+00:00 Copyright (c) 2021 Dini Dwi Pratiwi, Muhammad Khidri Alwi, Ikhram Hardi S http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/170 Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Posyandu Lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo 2021-03-26T05:34:25+00:00 Sartika Nganro Sartikanganro@gmail.com Nurfardiansyah Bur nurfardiansyah.bur@gmail.com Nurgahayu nurgahayu.nurgahayu@umi.ac.id <p>Lanjut usia adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Para lansia seharusnya memanfaatkan adanya posyandu lansia dengan baik, agar kesehatan para lansia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal. Namun pada kenyataannya tidak semua lansia memanfaatkan adanya kegiatan posyandu lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan pemanfataan pelayanan kesehatan posyandu lansia di Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo Palopo. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang bersifat cross sectional, serta sampel sebesar 112 orang. Jenis data yang dikumpulkan di wilayah kerja Puskesmas Wara Selatan Kota Palopo dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kemaknaan (α) = 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan sikap lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia<em>,</em> tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan dukungan kader dengan pemanfaatan posyandu lansia<em>, </em>ada hubungan akses keterjangkauan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Saran untuk pihak puskesmas agar lebih giat melakukan penyuluhan tentang posyandu lansia, serta mengevaluasi kinerja kader posyandu.&nbsp; Penempatan lokasi posyandu lansia harus berada di tempat yang strategis, dan untuk para lansia agar selalu merespon positif dan ikut serta dalam kegiatan kegiatan posyandu lansia untuk menjaga dan mengontrol kesehatan.</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Sartika Nganro, Nurfardiansyah Bur, Nurgahayu http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/194 Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar 2021-03-26T05:34:19+00:00 Iriyani Malik irianimalik003@gmail.com Ikhram Hardi S ikhram.hardi@umi.ac.id Hasriwiani Habo Abbas haboabbashasriwiani@yahoo.com <p>Kelelahan kerja dapat terjadi sebagai bentuk mekanisme perlindungan tubuh dengan menunjukkan tanda-tanda, supaya tubuh terhindar dari kerusakan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan <em>cross sectional study</em><em>. </em>Populasi penelitian ini sebanyak 104 pekerja dan sampel penelitian sebanyak 77 pekerja yang diambil secara <em>simple random sampling </em>dari pekerja bagian divisi produksi PT industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar. Teknik pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data di analisis menggunakan uji korelasi c<em>hi-square </em>pada program SPSS dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0.05). Tidak ada hubungan antara umur dengan kelelahan kerja (<em>p</em> <em>value</em>= 0.008), ada hubungan antara asupan energi dengan kelelahan kerja (<em>p</em> <em>value</em>= 0.05), tidak ada hubungan lama kerja dengan kelelahan kerja (<em>p</em> <em>value</em>=0.093), tidak ada hubungan masa kerja dengan kelelahan kerja (<em>p</em> <em>value</em>=0.596). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara asupan energi pekerja dengan kelelahan kerja nilai <em>p=</em>0.005. Disarankan agar perusahaan lebih memperhatikan asupan makanan yang diberikan untuk dikonsumsi pekerja setiap hari agar memenuhi standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan dapat memenuhi kebutuhan kalori per hari bagi pekerja dan sebaiknya kepada pekerja di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar yang berusia muda dan tua agar menjaga pola hidup sehat seperti memperhatikan asupan energi yang dikonsumsi sehari-hari dan rajin berolahraga agar tidak mudah mengalami kelelahan.</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Iriyani Malik, Ikhram Hardi S, Hasriwiani Habo Abbas http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/281 Hubungan Kepuasan Kerja dengan Motivasi Kerja di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba 2021-03-26T05:34:13+00:00 Justika Reski Justikaresky125@gmail.com Wardiah Hamzah wardhiah.hamzah@gmail.com Ella Andayanie Ella_andayanie@yahoo.com <p>Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen adalah kepuasan pegawai. Kepuasan pegawai yang tinggi tentunya sangat diharapkan oleh setiap rumah sakit karena dapat mendorong berkembangnya rumah sakit. Dalam penelitian ini peneliti menemukan permasalahan yang berhubungan dengan kepuasan kerja salah satunya terjadi <em>drop out</em> pada tenaga kesehatan dan rata-rata bagian keperawatan. Tahun 2018 jumlah tenaga kesehatan yang <em>drop out</em> sebanyak 14 orang khusus pada tenaga magang dan tahun 2019 sebanyak 22 orang. Dari data tersebut menandakan adanya ketidakpuasan pada pegawai di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah <em>purposive sampling.</em> Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pekerjaan itu sendiri dengan motivasi kerja (p=0.902), berdasarkan hasil penelitian di temukan hasil bahwa atasan berhubungan dengan motivasi kerja (p=0.001). Dan hasil dari penelitian ditemukan bahwa rekan kerja tidak berhubungan dengan motivasi kerja (p=0.117). Disarankan untuk pihak atasan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba, mau menghargai pekerjaan bawahannya agar bisa terlaksana dengan baik, dan memberikan kepuasan serta bersosialisasi kepada semua pihak untuk lebih memahami terkait motivasi dalam bekerja.</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Justika Reski, Wardiah Hamzah, Ella Andayanie http://jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph/article/view/192 Hubungan Perilaku 3M Plus Ibu Rumah Tangga dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Perumnas Kota Makassar 2021-03-26T05:34:21+00:00 Nurlailah nurlailahhijriah8@gmail.com Rahman aulia.bkd17@gmail.com Ulfa Sulaeman ulfacahichen@gmail.com <p>Upaya yang paling efektif untuk pemberantasan jentik adalah melakukan pemutusan mata rantai penularan yaitu (PSN) dengan kegiatan yang sering disebut 3M plus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan perilaku 3M plus ibu rumah tangga dengan keberadaan jentik <em>Aedes aegypti </em>di wilayah kerja Puskesmas Antang Perumnas<em>. </em>Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan <em>cross sectional study</em>. Jumlah populasi 32, Teknik pengambilan sampel yaitu (<em>total sampling</em>) rumah penderita dan tetangga (kanan dan kiri), jumlah sampel sebanyak 96. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik hubungan pengetahuan dengan keberadaan jentik dari hasil uji <em>chi-square</em> yaitu ρ=0.103 karena 0.103&gt;0.05 tidak ada hubungan, hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik diperoleh hasil uji <em>chi-square</em> yaitu ρ=0.549 karena 0.549&gt;0.05 sehingga tidak ada hubungan, hubungan antara tindakan dengan keberadaan jentik yaitu ρ=0,173 karena 0,173&gt;0,05 tidak ada hubungan. tidak ada hubungan perilaku ibu rumah tangga dengan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan keberadaan jentik. Perlunya informasi tambahan untuk tetap mempertahankan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu rumah tangga tentang 3M Plus untuk mencegah berkembang biaknya jentik.&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> 2021-02-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Nurlailah, Rahman, Ulfa Sulaeman