Pengolahan Daun Kelor oleh Kelas Ibu Fatayat NU Untuk Pencegahan Stunting di Kab. Takalar

  • Nurul Ulfah Universitas Muslim Indonesia
  • Mansur Sididi Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Stunting, Mother Class, Moringa Leaves

Abstract

Stunting adalah suatu  bentuk  lain  dari  kegagalan  pertumbuhan, dan  kurang gizi  kronik. Stunting dapat terjadi sebelum kelahiran disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa  kehamilan,  pola  asuh  makan  yang sangat  kurang,  rendahnya  kualitas  makanan. Kabupaten Takalar masuk dalam 1 dari 10 Kabupaten yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Sulsel sebesar 44 % di tahun 2018 dan turun menjadi 25 % di tahun 2019(Dinkes Takalar 2019). Kurangnya  kesadaran  tentang  pentingnya gizi ibu  akan berdampak pada kurangnya upaya yang  dilakukan  untuk  pencegahan  stunting. Kondisi  ini  tentunya  akan  berlanjut  sampai dengan  anak  lahir. Diperlukan peningkatan  pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu menyusui dalam upaya pencegahan stunting melalui penyuluhan dan pengolahan daun kelor menjadi jus kelor. Hasil akhir kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran berupa produk bahan pangan alternatif dari daun kelor untuk pemenuhan gizi ibu hamil dan menyusui dalam pencegahan stunting. Metode berupa ceramah, diskusi dan demonstrasi. Sebelum dilakukan penyuluhan terlebih dahulu menilai tingkat pengetahuan peserta dengan cara pre test, begitupun dengan pelatihan pengolahan daun kelor menjadi jus kelor dilakukan dengan cara evaluasi kemampuan pada saat pengolahan dilaksanakan.

Published
2021-01-27
How to Cite
[1]
Ulfah, N. and Sididi, M. 2021. Pengolahan Daun Kelor oleh Kelas Ibu Fatayat NU Untuk Pencegahan Stunting di Kab. Takalar. Window of Community Dedication Journal. (Jan. 2021), 57-61. DOI:https://doi.org/10.33096/wocd.vi.340.
Section
Articles